Perawatan Lengkung Di Km 2+2/400 Lintas Manggarai – Jatinegara

Penulis

  • Mohammad Sholihin Sekolah Tinggi Transportasi Darat ,
  • Hermanto Dwiatmoko Sekolah Tinggi Transportasi Darat ,
  • Djoko Septanto Sekolah Tinggi Transportasi Darat ,

DOI:

https://doi.org/10.37367/jpi.v4i1.124

Kata Kunci:

kurva, Arch Ideal Graphics, Arrows, Curved transition, Register, Radius, MTT Machine.

Abstrak

Kurva nomor 2 dan 18 pada persilangan Manggarai - Jatinegara adalah bagian dari persilangan dalam DAOP (Wilayah Operasi) 1 wilayah Jakarta. Keandalan lengkungan dalam perannya dalam pengoperasian kereta api penting bahkan menjadi faktor utama. Oleh karena itu, kesempurnaan dalam perawatan adalah mutlak dan persyaratan utama dari suatu kondisi di mana lengkungan dapat dikatakan dapat diandalkan. Tetapi tidak semua lengkungan memiliki nilai ketinggian yang sama dengan hasil yang dihitung. Oleh karena itu diperlukan analisis tingkat perawatan lengkungan reliabilitas lengkungan. Dari hasil analisis data sekunder dan primer maka diperoleh data terkait kondisi kurva nomor 2 dan 18 lintas Manggarai - Jatinegara masih kurang baik dalam hal perubahan panah dan ketinggian rel. Perhitungan dan analisis data yang digunakan dilihiat dalam hal kondisi geometri lengkung yaitu radius lengkung, lengkung melintang, elevasi rel, kondisi grafik kurva ideal dan manajer sumber daya manusia. Setelah menganalisis data dan kemudian dibandingkan dengan standar yang ada, penerapan perawatan melengkung dikatakan hanya saja tidak maksimal, dapat disarankan bahwa perawatan kondisi kurva perlu dipertahankan terus dengan inspeksi sesuai dengan ketentuan dan segera memperbaiki geometri lengkung yang kurang, Arch kembali ke normal dan melakukan perawatan dengan menggunakan mesin MTT pada saat perawatan pada malam hari sehingga pelaksanaan perawatan lebih sesuai dengan yang diharapkan dan juga tidak terjadi trial and error.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

2007, Undang – Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian

2011, Peraturan Menteri No.32 Tahun 2011 tentang Standar dan Tata Cara Perawatan Prasarana Perkeretaapian. Jakarta.

2009, Peraturan Pemerintah 56 Tahun 2009 tentang Penyelenggaraan Perkeretaapian,

2012, Peraturan Menteri Perhubungan No.60 Tahun 2012 Tentang Persyaratan Teknis Jalur Kereta Api. Jakarta

2012, Buku Saku Perawatan Jalan Rel, Bandung

2013, Diklat fungsional perawatan jalan rel dan jembatan TK. Lanjutan 1, BPTP Bekasi

Agustien, F (2012), Optimalisasi Perawatan Jalan Rel Di Lintas Rambipuji – Kalisat.

Gafaria ZZ (2009), Perbandingan efisiensi perawatan jalan rel dengan menggunakan MTT (Multi Tie Temper) dan HTT (Hand Tie Temper) di Daop 7 Madiun.

Larasyuniati, Nidya. 2015, Kajian Perawatan Lengkung Pada Km 8+461 – Km 8+872 Lintas Garuntang – Tanjungkarang,

Setijowarno, D, 2002. Jalan Rel.

Surakim, H. 2014, Kontruksi Jalan Rel Dan Keselamatan Perjalanan Kereta Api.

Diterbitkan

2020-03-14

Cara Mengutip

Sholihin, M., Dwiatmoko, H., & Septanto, D. (2020). Perawatan Lengkung Di Km 2+2/400 Lintas Manggarai – Jatinegara. Jurnal Perkeretaapian Indonesia (Indonesian Railway Journal), 4(1). https://doi.org/10.37367/jpi.v4i1.124

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama