Analisa Balancing Rotor Terhadap Resiko Kerusakan Turbocharger Lokomotif Diesel
DOI:
https://doi.org/10.37367/jpi.v5i2.163Kata Kunci:
turbocharger, lokomotif disel, keseimbangan, rotorAbstrak
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk melihat tingkat efektifitas balancing rotor pada komponen turbocharger dan mengetahui pengaruh balancing rotor terhadap resiko kerusakan turbocharger. Data yang digunakan adalah data primer berupa hasil balancing awal dan akhir rotor turbocharger. Data tersebut digunakan untuk mengetahui tingkat efektifitas balancing yang telah dilakukan. Data wawancara dengan teknisi Balaiyasa Yogyakarta akan menunjukkan seberapa besarnya pengaruh balancing yang telah dilakukan terhadap keseimbangan rotor. Dari hasil pengolahan dan analisa data yang telah dilakukan, diketahui bahwa persentase rata-rata dari efektifitas balancing pada blower sebesar 91,5%, sedangkan persentase rata-rata dari efektifitas balancing pada turbin sebesar 94,5%. Jadi rata-rata efektifitas balancing baik pada blower maupun turbin adalah sebesar 93%. Toleransi unbalance yang diizinkan dalam proses balancing adalah 0,56 gram. Dari hasil wawancara dengan teknisi Balaiyasa Yogyakarta diketahui bahwa apabila unbalance melebihi 0,56 gram maka akan mengakibatkan beberapa beberapa hal diantaranya rusaknya bearing dalam jangka waktu lama karena menahan putaran rotor yang tidak seimbang serta terjadi putaran yang tidak stabil sehingga turbin dan casing bergesekan dan mengakibatkan resiko retak atau pecah.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2021 Jurnal Perkeretaapian Indonesia (Indonesian Railway Journal)

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
1. Usulan Kebijakan untuk Jurnal yang Menawarkan Akses Terbuka.
Penulis yang menerbitkan jurnal ini menyetujui persyaratan berikut:
a. Penulis memiliki hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama dengan karya yang secara simultan dilisensikan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan kepengarangan karya dan publikasi awal dalam jurnal ini.
b. Penulis dapat mengadakan perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
c. Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting pekerjaan mereka secara online (misalnya, dalam repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena dapat menyebabkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan (Lihat The Pengaruh Akses Terbuka).
2. Usulan Kebijakan untuk Jurnal yang Menawarkan Akses Terbuka Tertunda
Penulis yang menerbitkan jurnal ini menyetujui persyaratan berikut:
Penulis memiliki hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama, dengan karya [SPESIFIKASI PERIODE WAKTU] setelah publikasi secara simultan dilisensikan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan kepengarangan karya dan publikasi awal dalam hal ini jurnal.
Penulis dapat mengadakan perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting pekerjaan mereka secara online (misalnya, dalam repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena dapat menyebabkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan (Lihat Pengaruh Akses Terbuka).


