A Analisis Perilaku Struktur Bantalan Kereta Api dengan Metode Elemen Hingga
DOI:
https://doi.org/10.37367/jpi.v6i1.172Kata Kunci:
Bantalan Kereta Api, Metode Elemen Hingga (MEH)Abstrak
Bantalan kereta api di Indonesia rata – rata terbuat dari material beton bertulang, dalam Peraturan Menteri Perhubungan nomor 60 Tahun 2012 disebutkan bahwa persyaratan material beton bertulang yang dapat digunakan untuk bantalan kereta api adalah beton prategang. Metode Elemen Hingga (MEH) merupakan salah satu analisa numerik yang banyak digunakan untuk memecahkan masalah perhitungan struktur. Penggunaan MEH dengan aplikasi membantu mempermudah engineering untuk melakukan iterasi perhitungan, sehingga didapatkan hasil pendekatan yang menyerupai kondisi struktur sesungguhnya. Model bantalan beton kereta api yang digunakan adalah untuk lebar spoor 1067 mm dengan tipe N-67 produksi PT WIKA. Spesifikasi bantalan beton prategang dengan kuat tekan beton fc’ = 52 Mpa dan kuat tarik tulangan baja fy = 1400 Mpa. Properti material untuk memodelkan bantalan beton merujuk pada penelitian (Fistcar, 2019). Berdasarkan hasil analisa menggunakan software MEH didapatkan nilai tegangan tekan (compressive stress) bantalan beton sebesar 11,706 Mpa dan tegangan tarik (Tensile stress) bantalan beton sebesar 4,362 Mpa, selanjutnya untuk nilai lenduta (displacement) didapatkan hasil 0,083 mm terletak di tengah bantalan.
Unduhan
Referensi
W. A. (Institusi T. S. N. Fistcar, “Pengaruh Parameter Track Quality Indeks ( Tqi ) Terhadap Perilaku Bantalan Beton,” 2019.
A. Roziqin, S. Y. F. Mas’udi, and I. T. Sihidi, “An analysis of Indonesian government policies against COVID-19,” Public Adm. Policy, vol. 24, no. 1, pp. 92–107, Jan. 2021, doi: 10.1108/PAP-08-2020-0039.
Z. Zulkifli, “Analisis Kekuatan Komposit Kayu Sebagai Pengganti Bahan Sleeper Pada Rel Kereta Api.” Universitas Hasanuddin, 2021.
P. M. Perhubungan, R. Indonesia, P. Teknis, and J. Kereta, “Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor Pm. 60 Tahun 2012 Tentang Persyaratan Teknis Jalur Kereta Api.” pp. 1–42, 2012.
F. R. Fajar Ramadhan, “Kajian Penggunaan Bantalan Kayu Dan Bantalan Sintetis Pada Jembatan Di Lintas Kiaracondong–Cicalengka.” Politeknik Transportasi Darat Indonesia-STTD, 2021.
F. D. Sentanu, “Pekerjaan pengecoran abutment jembatan kereta api BH 182 WTT 46, 5 dengan beton mutu tinggi untuk percepatan pembukaan lebih cepat (Fast Track) di Sumobito, Jombang.,” in Prosiding SENTRA (Seminar Teknologi dan Rekayasa), 2021, no. 6, pp. 129–137.
F. Ilhami, “Perencanaan Jalan Kereta Api Baru Antara Stasiun Banjar–Stasiun Cijulang.” Universitas Siliwangi, 2019.
Z. A. M. Zam, “Analisis Perubahan Lengkung Geometrik Jalan Keretaapi Terhadap Kecepatan Kereta Api Pada Proyek Peningkatan Jalan Kereta Api Penggantian Bantalan Dan Rel R. 54 Lintas Araskabu-Siantar.” Universitas Quality, 2021.
M. A. Kurniawan, D. Malaiholo, and W. Riyanta, “Perilaku Struktur Bantalan Beton Kereta Api Berlubang Akibat Beban Pada Tengah Bantalan,” J. Kacapuri J. Keilmuan Tek. Sipil, vol. 4, no. 2, pp. 213–222, 2022.
A. Puspawan, F. Febriansyah, A. Suandi, and N. Supardi, “The Heat Transfer Flow Analysis Of The Jis G 3106 Sm520b Steel Plate Cutting Process Using Cnc Flame Cutting Machine In The Manufacture Of The Bottom Plate Box Girder,” Rekayasa Mek. Mech. Eng. Sci. Journal, Pure Inter Discip., vol. 5, no. 1, 2021.
W. F. Tjong, “Pengantar Metode Elemen HIngga untuk Analisis Struktur-Teori, Perumusan, Implementasi Komputer, dan Aplikasi,” Pengantar Metode Elemen HIngga untuk Analisis Struktur-Teori, Perumusan, Implementasi Komputer, dan Aplikasi. Rajawali Pers, PT RajaGrafindo Persada, 2021.
P. B. Kosasih, Teori dan Aplikasi Metode Elemen Hingga. Yogyakarta: CV Andi Offset.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2022 Jurnal Perkeretaapian Indonesia (Indonesian Railway Journal)

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
1. Usulan Kebijakan untuk Jurnal yang Menawarkan Akses Terbuka.
Penulis yang menerbitkan jurnal ini menyetujui persyaratan berikut:
a. Penulis memiliki hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama dengan karya yang secara simultan dilisensikan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan kepengarangan karya dan publikasi awal dalam jurnal ini.
b. Penulis dapat mengadakan perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
c. Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting pekerjaan mereka secara online (misalnya, dalam repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena dapat menyebabkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan (Lihat The Pengaruh Akses Terbuka).
2. Usulan Kebijakan untuk Jurnal yang Menawarkan Akses Terbuka Tertunda
Penulis yang menerbitkan jurnal ini menyetujui persyaratan berikut:
Penulis memiliki hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama, dengan karya [SPESIFIKASI PERIODE WAKTU] setelah publikasi secara simultan dilisensikan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan kepengarangan karya dan publikasi awal dalam hal ini jurnal.
Penulis dapat mengadakan perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting pekerjaan mereka secara online (misalnya, dalam repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena dapat menyebabkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan (Lihat Pengaruh Akses Terbuka).


