Analisis Kimia dan Mikrostruktur Rem Blok pada Roda Kereta Rel Listrik dengan Keausan Beralur
DOI:
https://doi.org/10.37367/jpi.v6i1.190Kata Kunci:
Keausan, Roda, Kereta ApiAbstrak
Keausan yang terjadi pada roda kereta Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta adalah keausan tidak normal tingkat kedalaman yang lebih tinggi hanya pada satu titik, sehingga menyebabkan alur baru. Kereta MRT Jakarta tetap beroperasi dengan kondisi roda yang mengalami keausan beralur, karena belum adanya perbaikan. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab dan dampak dari keausan beralaur pada roda tersebut. Untuk itu guna mengungkap penyebab keausan dilakukan analisis morphologi permukaan, komposisi kimia, sifat fisik, sifat mekanik (kekerasan) dan struktur mikro terhadap 3 sampel rem blok yang mengalami keausan dan satu sample rem blok yang belum digunakan sebagai pembanding. Dari penelitian ini terungkap bahwa bahan komposit dan besi tuang dalam konstruksi sepatu rem sesuai dengan spesifikasi pabrikan, namun, kuat tekan komposit material (29 MPa) lebih rendah dari persyaratan MRTJ (35 MPa). Keasusan beralur pada roda kereta diduga disebabkan oleh morphologhi rem blok yang terdapat besi cor dipermukaan yang tidak menutupi seluruh permukaan rem blok. Area permukaan rem blok yang tidak terdapat besi cor berada di lokasi yang sama dengan keausan beralur pada tapak roda kereta. Selama pengereman suhu tinggi, tapak roda dan permukaan besi cor akan melunak, menyebabkan peningkatan tingkat keausan kedua komponen. Selama pengoperasian, peningkatan kekuatan tekan sepatu rem dapat mempercepat pembentukan keausan beralur pada tapak. Setelah diketahui penyebabnya agar roda tidak mengalami keausan beralur perlu ada modifikasi rem blok baik dari segi penyusun kimia dan morphologi permukaan rem blok.
Unduhan
Referensi
Bosso, N., & Zampieri, N. (2014). Experimental and numerical simulation of wheel-rail adhesion and wear using a scaled roller rig and a real-time contact code. Shock and Vibration, 2014. https://doi.org/10.1155/2014/385018
Chevalier, L., Cloupet, S., & Quillien, M. (2006). Friction and wear during twin-disc experiments under ambient and cryogenic conditions. Tribology International, 39(11), 1376–1387. https://doi.org/10.1016/j.triboint.2005.12.003
Corporation, S. (2021). Submission of CP108 Rolling Stock Brake Shoe and Wheels Groove Wear Issues. SC-JMCMC-T(1), 1–7.
Hesan Soleimani, M. M. (2017). Tribological Aspects of Wheel–Rail Contact: A Review of Wear Mechanisms and Effective Factors on Rolling Contact Fatigue. Urban Rail Transit, 3(4), 227. https://doi.org/10.1007/s40864-017-0072-2
Hu, Y., Zhou, L., Ding, H. H., Tan, G. X., Lewis, R., Liu, Q. Y., Guo, J., & Wang, W. J. (2020). Investigation on wear and rolling contact fatigue of wheel-rail materials under various wheel/rail hardness ratio and creepage conditions. Tribology International, 143, 106091. https://doi.org/10.1016/j.triboint.2019.106091
Jiang, X., Li, X., Li, X., & Cao, S. (2017). Rail fatigue crack propagation in high-speed wheel/rail rolling contact. Journal of Modern Transportation, 25(3), 178–184. https://doi.org/10.1007/s40534-017-0138-6
Liu, C. peng, Liu, P. tao, Pan, J. zhi, Chen, C. huan, & Ren, R. ming. (2020). Effect of pre-wear on the rolling contact fatigue property of D2 wheel steel. Wear, 442–443, 203154. https://doi.org/10.1016/j.wear.2019.203154
Ma, C., Gao, L., Cui, R., & Xin, T. (2021). The initiation mechanism and distribution rule of wheel high-order polygonal wear on high-speed railway. Engineering Failure Analysis, 119(July 2019), 104937. https://doi.org/10.1016/j.engfailanal.2020.104937
Muhamedsalih, Y., Stow, J., & Bevan, A. (2019). Use of railway wheel wear and damage prediction tools to improve maintenance efficiency through the use of economic tyre turning. Proceedings of the Institution of Mechanical Engineers, Part F: Journal of Rail and Rapid Transit, 233(1), 103–117. https://doi.org/10.1177/0954409718781127
Nia, S. H. (2014). An investigation of the iron-ore wheel damages using vehicle dynamics simulation. Licentiate Thesis.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2022 Jurnal Perkeretaapian Indonesia (Indonesian Railway Journal)

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
1. Usulan Kebijakan untuk Jurnal yang Menawarkan Akses Terbuka.
Penulis yang menerbitkan jurnal ini menyetujui persyaratan berikut:
a. Penulis memiliki hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama dengan karya yang secara simultan dilisensikan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan kepengarangan karya dan publikasi awal dalam jurnal ini.
b. Penulis dapat mengadakan perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
c. Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting pekerjaan mereka secara online (misalnya, dalam repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena dapat menyebabkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan (Lihat The Pengaruh Akses Terbuka).
2. Usulan Kebijakan untuk Jurnal yang Menawarkan Akses Terbuka Tertunda
Penulis yang menerbitkan jurnal ini menyetujui persyaratan berikut:
Penulis memiliki hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama, dengan karya [SPESIFIKASI PERIODE WAKTU] setelah publikasi secara simultan dilisensikan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan kepengarangan karya dan publikasi awal dalam hal ini jurnal.
Penulis dapat mengadakan perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting pekerjaan mereka secara online (misalnya, dalam repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena dapat menyebabkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan (Lihat Pengaruh Akses Terbuka).


