Analisis Laju Korosi Proses Pelapisan Pada Plat Dinding Kereta Di Balai Yasa SGU
DOI:
https://doi.org/10.37367/jpi.v7i1.227Kata Kunci:
Coating, Galvanis, Kereta dan KorosiAbstrak
Korosi merupakan proses kerusakan material yang terjadi akibat lingkungan sekitarnya. Salah satu cara untuk mengontrol korosi pada logam dengan melakukan pelapisan pada permukaan dinding kereta yang terdiri dari cat anti karat (epoxy), dempul, dan cat warna. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui akibat perlakuan coating dan akibat treatment awal terhadap laju korosi dengan uji kabut garam.
Coating merupakan salah satu metode yang dapat menghambat terjadinya korosi pada material logam. Metode kabut garam untuk mengetahui tingkat ketahanan material logam terhadap korosi pada kondisi tertentu sesuai standar ASTM B117. Weight loss merupakan salah satu metode untuk mengetahui laju korosi dengan menghitung selisih antar berat dari berat spesimen sebelum uji dan berat spesimen setelah uji. Dari uji ini akan didapatkan informasi terhadap efektifitas coating dalam menahan laju korosi.
Dari hasil pengujian didapat hasil bahwa treatment awal wetblasting dengan coating dan wetblasting tanpa coating memiliki laju korosi paling tinggi 0,00054 mmpy dan 0,2190 mmpy. Sedangkan hasil treatment awal amplas dengan coating dan amplas tanpa coating lebih rendah yaitu 0,000274 mmpy dan 0,00192 mmpy. Pada hasil perhitungan dapat disimpulkan treatment amplas lebih baik daripada treatment wetblasting dalam mengatasi laju korosi pada material galvanis.
Unduhan
Referensi
Graf, W.H., and Altinakar, M.S. (1998). Fluvial Hydraulics, John Wiley & Sons, Ltd., Chichester, England.
Anwar, M.J., Widodo, E. (2017). Karakterisasi Laju Korosi Baja ST 40 Berlapis Polyester Putty Dalam Lingkungan Air Payau. Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Sidoarjo.
Ardianto, P. (2017). Pengaruh Cacat Coating dan Perbedaan Salinitas Terhadap Laju Korosi Pada Daerah Splash Zone Menggunakan Material Baja A36. Teknik Kelautan ITS, Surabaya.
Arsyad, H. & Suhardi. (2011). Studi Degradasi Material Pipa Jenis Baja ASTM A53 Akibat Kombinasi Tegangan Dan Media Korosif Air Laut IN-SITU Dengan Metode Pengujian C-Ring. Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin.
Haqiqi, M., Rusiyanto, Fitriyana D. F., & Kriswanto. (2021). Pengaruh Warna Pelapis dan Ketebalan Lapisan Pada Proses Zinc Electroplating Terhadap Laju Korosi Baja AISI 1015. Jurnal Inovasi Mesin, 3 (1).
Nugroho, C. T., Pratikno, H., & Purniawan, A. (2017). Analisa Pengaruh Material Abrasif Pada Blasting Terhadap Kekuatan Lekat Cat dan Ketahanan Korosi di Lingkungan Air Laut. Jurnal Teknik ITS, 5(2), 231–235.
Pandu Damay Putra, H. P. (2016). Analisa Perbandingan Laju Korosi Di Lingkungan Laut Dari Hasil Pengelasan GMAW Pada Sambungan Aluminium Seri 5050 Karena Pengaruh Variasi Kecepatan Aliran Gas Pelindung, Fakultas Teknologi Kelautan, Institut Teknologi Sepuluh November (ITS).
Prasetya, Hendra, dkk. (2011). Optimasi Proses Sand Blasting Terhadap Laju Korosi Baja AISI 430. Universitas Brawijaya, Malang.
Pratama, R. A. (2018). Perancangan Alat Uji Korosi Salt Spray Chamber Dan Aplikasi Pengukuran Laju Korosi Plat Body. Jurnal Teknik Pomits, Vol. 1, No.2.
Rakiman, Hanif, Menhendry, Maimuzar, & Yetri Y., (2021). Analisa Kekerasan dan Ketebalan Permukaan Lapisan Hasil Elektroplating Kuningan Pada Baja. Jurnal Sains Terapan, Vol. 7, No. 1.
Rochmat, A., Putra, B. P., Nuryani, E., & Pramudita M., (2016). Karakteristik Material Campuran Si02 dan Getah Flamboyan (Delonix regia) Sebagai Material Coating Pencegah Korosi Pada Baja. Jurnal Teknologi Kimia Unimal 5 (2), 27-36.
Sandi, A. P., Suka, E. G., & Supriyatna, Y.I., (2017). Pengaruh Waktu Electroplating Terhadap Laju Korosi Basa AISI 1020 Dalam Medium Korosif Nacl 3%. Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika, Vol. 5, 205-212.
Setiawan, A., Indriyani, N.L., & Herawan, B., (2019). Pengaruh Arus dan Waktu Terhadap Lapisan Zinc Plating pada Material SGD400-D dengan Menggunakan Proses Electroplating. Jurnal Ilmiah Teknik Mesin, Vol. 7, 32-39.
Supriyanto. (2007). Pengaruh Konsentrasi Larutan Nacl 2% dan 3,5% Terhadap Laju Korosi Pada Baja Karbon Rendah. Universitas Muhammadiyah Surakarta, Surakarta.
Sutrisna, Edi., (2012). Laju Korosi Lapisan Krom Pada Knalpot Berbahan Baja Karbon AISI 1010. Universitas Gunadarma, Depok.
Widodo, T. D., Raharjo, R., Kusumaningsih, H., Bintarto, R., Siswoyo, R. C. & Sasongko, M. N. (2019). Pengaruh Tegangan dan Waktu Pada Proses Elektropolishing Terhadap Surface Roughness Material Stainless Steel AISI 316L. Rekayasa Mesin, Vol. 10, 309-316.
Yudi, G. A., Respati, S.M.B., Syafa’at, I. (2019). Analisis Laju Korosi Baja ST 60 Pasca Proses Las GTAW Dengan Variasi Arus Las 80,100, 120 A Dan Direndam Pada Larutan HCL Bersuhu 40 Celcius. Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2023 Jurnal Perkeretaapian Indonesia (Indonesian Railway Journal)

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
1. Usulan Kebijakan untuk Jurnal yang Menawarkan Akses Terbuka.
Penulis yang menerbitkan jurnal ini menyetujui persyaratan berikut:
a. Penulis memiliki hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama dengan karya yang secara simultan dilisensikan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan kepengarangan karya dan publikasi awal dalam jurnal ini.
b. Penulis dapat mengadakan perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
c. Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting pekerjaan mereka secara online (misalnya, dalam repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena dapat menyebabkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan (Lihat The Pengaruh Akses Terbuka).
2. Usulan Kebijakan untuk Jurnal yang Menawarkan Akses Terbuka Tertunda
Penulis yang menerbitkan jurnal ini menyetujui persyaratan berikut:
Penulis memiliki hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama, dengan karya [SPESIFIKASI PERIODE WAKTU] setelah publikasi secara simultan dilisensikan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan kepengarangan karya dan publikasi awal dalam hal ini jurnal.
Penulis dapat mengadakan perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting pekerjaan mereka secara online (misalnya, dalam repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena dapat menyebabkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan (Lihat Pengaruh Akses Terbuka).


