Analisis Persepsi Keselamatan Perjalanan Kereta Api Terhadap Stres Kerja Masinis Di Stasiun Tugu Yogyakarta

Penulis

  • Ajeng Tyas Damayanti Akademi Perkeretaapian Indonesia Madiun , Akademi Perkeretaapian Indonesia Madiun

DOI:

https://doi.org/10.37367/jpi.v2i1.24

Kata Kunci:

persepsi tentang keselamatan, tekanan kerja, masinis

Abstrak

Ketersediaan sumber daya manusia yang berkualitas akan mempengaruhi keselamatan perjalanan kereta api. Dijamin keselamatan perjalanan ini terwujud dari jumlah minimum kecelakaan kereta api yang terjadi. Dalam mengidentifikasi penyebab kecelakaan kereta api, faktor kesalahan manusia sebagian besar merupakan penyebab utama. Inilah yang menyebabkan sumber daya manusia menjadi perhatian penting dalam pengoperasian kereta api. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner yang terdiri dari kuesioner persepsi tentang keselamatan kereta api dan stres kerja. Wawancara digunakan untuk melengkapi hasil kuesioner. Analisis data dilakukan dengan analisis regresi untuk mengetahui pengaruh persepsi keselamatan terhadap stres kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 77% responden memiliki persepsi keselamatan yang rendah, sedangkan 23% lainnya memiliki persepsi keselamatan yang tinggi. Sebanyak 70% masinis memiliki stres kerja yang tinggi, sementara 30% memiliki stres kerja yang rendah. Persepsi keselamatan terbukti berhubungan dengan stres kerja yang dialami oleh masinis. Hal ini ditunjukkan oleh variabel -, 338 yang menyatakan bahwa hubungan antara persepsi keselamatan terbukti memiliki hubungan dengan stres kerja sebesar 0,338 dengan hubungan negatif. Analisis hubungan ini dibuktikan oleh Korelasi Pearson. Analisis regresi diperoleh koefisien korelasi sebesar 0,114 yang menyatakan bahwa 11,4% stres kerja dipengaruhi oleh persepsi keselamatan

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Diterbitkan

2018-03-20

Cara Mengutip

Damayanti, A. T. (2018). Analisis Persepsi Keselamatan Perjalanan Kereta Api Terhadap Stres Kerja Masinis Di Stasiun Tugu Yogyakarta. Jurnal Perkeretaapian Indonesia (Indonesian Railway Journal), 2(1), 34-39. https://doi.org/10.37367/jpi.v2i1.24

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama