Analisis Usia Layan Tanah Dasar Pada Struktur Jalan Kereta Api Berdasarkan Perbedaan Ketebalan Balas
DOI:
https://doi.org/10.37367/jpi.v7i1.282Kata Kunci:
Usia Layan, Tanah Dasar, Jalan Kereta Api, Balas, Tegangan Tekan VertikalAbstrak
Jalan kereta api merupakan komponen penting dalam operasional kereta api. Struktur jalan kereta api terdiri dari lapisan balas, sub-balas, dan tanah dasar. Tanah dasar merupakan bagian yang terletak di lapisan paling bawah pada struktur jalan kereta api sehingga membuat lapisan ini menopang keseluruhan struktur yang ada di atasnya. Apabila terjadi kerusakan pada tanah dasar, maka akan terjadi banyak ketidak sesuaian pada struktur lapisan di atasnya serta berkurangnya stabilitas struktur jalan kereta api. Salah satu cara untuk mencegah terjadinya kerusakan pada tanah dasar adalah dengan melakukan perawatan sebelum mencapai usia layannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ketebalan balas terhadap usia layan tanah dasar. Analisis dilakukan secara numerik dengan menggunakan software ANSYS 2023 untuk mengetahui tegangan tekan vertikal yang digunakan pada perhitungan usia layan. Pada ketebalan balas 200 mm usia layan tanah dasar adalah 43,7 tahun. Berdasarkan PM 60/2012, ketebalan minimal balas adalah 300 mm. Pada ketebalan tersebut, usia layan tanah dasar adalah 62,27 tahun, sedangkan pada ketebalan balas 500 mm usia layan tanah dasar mencapai 98,99 tahun.
Unduhan
Referensi
Badan Pusat Statistik, “Jumlah Penumpang dan Barang Berdasarkan Moda Transportasi Kereta Api,” 2023. [Online]. Available: https://www.bps.go.id/indicator/17/2051/1/jumlah-penumpang-berdasarkan-moda-transportasi-kereta-api.html.
PT. Kereta Api Indonesia, “Annual Report 2021 PT Kereta Api Indonesia,” 2022.
Kementerian Perhubungan, “Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor KP 2128 Tahun 2018,” Peratur. Menteri Perhub. Republik Indones. Nomor KP 2128 Tahun 2018, pp. 1–8, 2018.
C. Esveld, Modern Railway Tracks, vol. 1, no. 1. 2001.
G. Michas, “Slab Track Systems for High-Speed Railways,” MSc Thesis, p. 95, 2012.
F. G. Praticò and M. Giunta, “Proposal of a Key Performance Indicator for Railway Track Based on LCC and RAMS Analyses,” J. Constr. Eng. Manag., vol. 144, no. 2, p. 04017104, 2018, doi: 10.1061/(asce)co.1943-7862.0001422.
Kementerian Perhubungan, “Persyaratan Teknis Jalur Kereta Api,” PM. No. 60 Tahun 2012, pp. 1–57, 2012.
J. G. Rose and R. R. Souleyrette, “Kentrack 4.0: A Railway Trackbed Structural Design Program,” pp. 1–14, 2016.
K. Usman, M. Burrow, and G. Ghataora, “Railway track subgrade failure mechanisms using a fault chart approach,” Procedia Eng., vol. 125, pp. 547–555, 2015, doi: 10.1016/j.proeng.2015.11.060.
A. Kalliainen, P. Kolisoja, and A. Nurmikolu, “3D Finite Element Model as a Tool for Analyzing the Structural Behavior of a Railway Track,” Procedia Eng., vol. 143, no. Ictg, pp. 820–827, 2016, doi: 10.1016/j.proeng.2016.06.133.
M. Shahraki, C. Warnakulasooriya, and K. J. Witt, “Numerical study of transition zone between ballasted and ballastless railway track,” Transp. Geotech., vol. 3, pp. 58–67, 2015, doi: 10.1016/j.trgeo.2015.05.001.
H. I. Prabawa and S. P. Primadiyanti, “The Effect of Ballast And Sub-Ballast Thickness Variation on Subgrade,” in 10th International Conference on Sustainable Energy Engineering and Application (ICSEEA 2022), 2022.
D. M. Setiawan, “Evaluation of Indonesia’s Conventional Track Performance Based on Mechanistic Approach,” Int. J. Sustain. Constr. Eng. Technol., vol. 16, no. 5, pp. 185–201, 2022, doi: 10.30880/ijscet.2022.13.01.017.
PT. Industri Kereta Api, “Kereta Kelas Eksekutif Stainless Steel,” 2017. https://www.inka.co.id/product/view/72.
S. A. P. Rosyidi, Rekayasa Jalan Kereta Api: Tinjauan Struktur Jalan Rel. Yogyakarta: Lembaga Penelitian, Publikasi dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (LP3M-UMY), 2015.
J. G. Rose, S. Liu, and R. R. Souleyrette, “Kentrack 4.0: A railway trackbed structural design program,” in 2014 Joint Rail Conference, JRC 2014, 2014, doi: 10.1115/JRC2014-3752.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2023 Jurnal Perkeretaapian Indonesia (Indonesian Railway Journal)

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
1. Usulan Kebijakan untuk Jurnal yang Menawarkan Akses Terbuka.
Penulis yang menerbitkan jurnal ini menyetujui persyaratan berikut:
a. Penulis memiliki hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama dengan karya yang secara simultan dilisensikan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan kepengarangan karya dan publikasi awal dalam jurnal ini.
b. Penulis dapat mengadakan perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
c. Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting pekerjaan mereka secara online (misalnya, dalam repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena dapat menyebabkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan (Lihat The Pengaruh Akses Terbuka).
2. Usulan Kebijakan untuk Jurnal yang Menawarkan Akses Terbuka Tertunda
Penulis yang menerbitkan jurnal ini menyetujui persyaratan berikut:
Penulis memiliki hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama, dengan karya [SPESIFIKASI PERIODE WAKTU] setelah publikasi secara simultan dilisensikan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan kepengarangan karya dan publikasi awal dalam hal ini jurnal.
Penulis dapat mengadakan perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting pekerjaan mereka secara online (misalnya, dalam repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena dapat menyebabkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan (Lihat Pengaruh Akses Terbuka).


