Pengaruh Sistem Penomoran Kursi Terhadap Kepuasan Dan Kemudahan Penggunaan Pada Kereta Api Rute Sukabumi-Cianjur Dengan Model TAM
DOI:
https://doi.org/10.37367/jpi.v10i1.517Kata Kunci:
Technology Acceptance Model (TAM), Sistem penomoran kursi, Kereta api, Kemudahan, KepuasanAbstrak
Sistem penomoran kursi meningkatkan kenyamanan, keteraturan, dan keselamatan, tetapi di rute Sukabumi–Cianjur masih terkendala pengawasan dan kepatuhan. Sebaliknya, tanpa penomoran memberi fleksibilitas namun sering menimbulkan desak-desakan dan ketidaknyamanan. Penelitian ini menggunakan Technology Acceptance Model (TAM) untuk mengkaji sejauh mana penerimaan pengguna terhadap kedua sistem tiket tersebut. Data diperoleh melalui kuesioner kepada penumpang usia 18-22 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem penomoran kursi lebih diterima karena meningkatkan keteraturan dan kenyamanan, meskipun masih memerlukan perbaikan dalam pengawasan dan sosialisasi. Kesimpulan dari hasil pengujian menunjukkan bahwa variabel Kenyamanan, Keteraturan, dan Kemudahan berpengaruh signifikan terhadap Kepuasan, sedangkan variabel Keselamatan tidak memiliki pengaruh langsung. Di antara ketiganya, variabel Kemudahan memiliki pengaruh paling kuat terhadap Kepuasan, yang berarti semakin mudah sistem digunakan, semakin tinggi pula tingkat kepuasan penumpang.
Unduhan
Referensi
[1] Y. Wilona Kaulika, R. Hegia Sampurna, and Y. Fajar Basori, “Mimbar : Jurnal Penelitian Sosial dan Politik ANALISIS KUALITAS PELAYANAN PT. KERETA API INDONESIA (PERSERO) KERETA API SILIWANGI SUKABUMI-CIANJUR”.
[2] Railfansid, “Kereta api Siliwangi,” Kereta Api Indonesia Wiki, Fandom.
[3] Biro Komunikasi dan Informasi Publik, “Masyarakat Cianjur – Sukabumi Segera Nikmati Layanan Angkutan Kereta Api,” Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.
[4] KAI Commuter, “KAI Commuter Sesuaikan Kapasitas Pengguna Commuter Line Wilayah Sesuai Aturan Terbaru,” KAI Commuter.
[5] V. Moderator, “JOURNAL CERITA : Analisis Kepuasan Pengguna Aplikasi Access By KAI : Personal Innovativeness In Information Technology Sebagai Penjualan Tiket Kereta,” vol. 8, no. 225, pp. 28–39, 2026.
[6] N. B. Susanto, R. P. Isheka, and W. Wiryanta, “Analisis Kesesuaian Layanan Kereta Api PSO (Public Service Obligation) Antarkota Terhadap Standar Pelayanan Minimum (Studi Kasus Periode Triwulan I dan Triwulan II Tahun 2023 di Pulau Jawa),” J. Perkeretaapi. Indones. (Indonesian Railw. Journal), vol. 7, no. 2, pp. 42–52, 2023, doi: 10.37367/jpi.v7i2.289.
[7] Aldiyan Rizky, “ANALISIS PENERIMAAN PENGGUNA MENGGUNAKAN METODE TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL (TAM),” vol. 2, no. 8.5.2017, pp. 2003–2005, 2022, [Online]. Available: https://lib.unnes.ac.id/20002/
[8] S. Yarsasi, I. Tahyudin, and T. Hariguna, “Analisis Validitas dan Reliabilitas Kuesioner dengan Metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling pada Aplikasi SMARTPLS,” J. Pendidik. dan Teknol. Indones., vol. 5, no. 7, pp. 1905–1913, 2025, doi: 10.52436/1.jpti.885.
[9] U. B. N. Program Studi Akuntansi, “Memahami Uji Outer Model (Pengukuran Bagian Luar) dalam Smart PLS,” Program Studi Akuntansi, Universitas Bina Nusantara.
[10] G. W. Cheung, H. D. Cooper-Thomas, R. S. Lau, and L. C. Wang, Reporting reliability, convergent and discriminant validity with structural equation modeling: A review and best-practice recommendations, vol. 41, no. 2. Springer US, 2024. doi: 10.1007/s10490-023-09871-y.
[11] “Tutorial Partial Least Square dalam PLS SEM Menggunakan SMARTPLS,” Statistikian.
[12] M. Trianita, F. F. L. Ristoni, and Yunilma, “Jurnal Ekonomi dan Bisnis Dharma Andalas Peran Teori TAM Dalam Meningkatkan Repurchase Intention Pengguna SPayLater Di Kota Padang,” Bisnis Dharma Andalas, vol. 26, no. 2, pp. 311–323, 2024, [Online]. Available: https://databoks.katadata.co.id/datapubli
[13] R. Adolph, “Bab V Hasil Dan Pembahasan Smart Pls Ver 3.0,” pp. 1–23, 2016.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Perkeretaapian Indonesia (Indonesian Railway Journal)

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
1. Usulan Kebijakan untuk Jurnal yang Menawarkan Akses Terbuka.
Penulis yang menerbitkan jurnal ini menyetujui persyaratan berikut:
a. Penulis memiliki hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama dengan karya yang secara simultan dilisensikan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan kepengarangan karya dan publikasi awal dalam jurnal ini.
b. Penulis dapat mengadakan perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
c. Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting pekerjaan mereka secara online (misalnya, dalam repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena dapat menyebabkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan (Lihat The Pengaruh Akses Terbuka).
2. Usulan Kebijakan untuk Jurnal yang Menawarkan Akses Terbuka Tertunda
Penulis yang menerbitkan jurnal ini menyetujui persyaratan berikut:
Penulis memiliki hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama, dengan karya [SPESIFIKASI PERIODE WAKTU] setelah publikasi secara simultan dilisensikan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan kepengarangan karya dan publikasi awal dalam hal ini jurnal.
Penulis dapat mengadakan perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting pekerjaan mereka secara online (misalnya, dalam repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena dapat menyebabkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan (Lihat Pengaruh Akses Terbuka).


