Perbandingan Pengukuran Radius Lengkung Dengan Menggunakan Benang, Total Station Dan Messreg CLS
DOI:
https://doi.org/10.37367/jpi.v3i1.67Kata Kunci:
pemeriksaan, lengkung, anak panah, total stasiun, track meter gauge, messreg CLSAbstrak
Pemeriksaan terhadap lengkung jalan rel yang telah dioperasikan dapat dilakukan dengan berbagai alat ukur yang tersedia, namun demikian belum pernah dilakukan perbandingan terhadap output beberapa alat ukur yang digunakan untuk memeriksa lengkung jalan rel. Penelitian ini bermaksud untuk memeriksa lengkung jalan rel dengan membandikan hasil pengukuran anak panah secara manual dan penggunaan alat ukur digital total station dan Messreg CLS. Penelitian ini juga berusaha memberikan rekomendasi terhadap rencana pemeliharaan lengkung agar kondisi lengkung dapat dioptimalkan untuk dilewati kereta. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa pengukuran lengkung secara manual (benang anak panah) dengan alat ukur digital (total station dan messreg CLS) memberikan hasil yang bervariasi satu sama lain, meskipun tidak berbeda secara signifikan. Hasil pengukuran dengan Total Station dan Messreg CLS menunjukkan nilai rata-rata yang lebih besar dibandingkan hasil pengukuran dengan menggunakan benang Anak Panah. Hasil pemeriksaan juga menunjukkan bahwa agar kondisi lengkung jalan rel dapat menjadi lebih ideal untuk dilewati kereta api, perlu dilaksanakan penggeseran baik ke dalam maupun keluar agar nilai Anak Panah pada tiap-tiap titik yang diukur mendekati nilai ideal yaitu 630 mm.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
1. Usulan Kebijakan untuk Jurnal yang Menawarkan Akses Terbuka.
Penulis yang menerbitkan jurnal ini menyetujui persyaratan berikut:
a. Penulis memiliki hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama dengan karya yang secara simultan dilisensikan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan kepengarangan karya dan publikasi awal dalam jurnal ini.
b. Penulis dapat mengadakan perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
c. Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting pekerjaan mereka secara online (misalnya, dalam repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena dapat menyebabkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan (Lihat The Pengaruh Akses Terbuka).
2. Usulan Kebijakan untuk Jurnal yang Menawarkan Akses Terbuka Tertunda
Penulis yang menerbitkan jurnal ini menyetujui persyaratan berikut:
Penulis memiliki hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama, dengan karya [SPESIFIKASI PERIODE WAKTU] setelah publikasi secara simultan dilisensikan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan kepengarangan karya dan publikasi awal dalam hal ini jurnal.
Penulis dapat mengadakan perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting pekerjaan mereka secara online (misalnya, dalam repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena dapat menyebabkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan (Lihat Pengaruh Akses Terbuka).


