Prototipe Lori Inspeksi Jalan Rel Akademi Perkeretaapian Indonesia Api-02
DOI:
https://doi.org/10.37367/jpi.v4i1.102Kata Kunci:
Lori inspeksi, roda, chassis, motor listrik BLDC, bodi lori inspeksi.Abstrak
Lori inspeksi jalan rel merupakan re-desain dari lori kereta api yang sudah pernah dibuat di lingkungan Politeknik Perkeretaapian Indonesia. Perbaikan lori inspeksi dilakukan pada roda, chassis, penggerak, dan bodi. Roda lori terbuat dari besi structural untuk mengurangi berat total dari 148 kg menjadi 119 kg. Ukuran conus roda dengan ukuran selisih diameter luar dan dalam 30 mm untuk meminimalkan gesekan roda dengan rel pada daerah lengkungan. Chassis menggunakan model ledder frame dengan kekuatan 44,29 Mpa dan defleksi 0,095 Mpa untuk mendapatkan hasil yang optimal dan handal pada track 1067. Material chassis menggunakan besi hollow jenis galvanis dengan berat hanya 125 kg. Penggerak sebelumnya motor bakar menjadi motor listrik BLDC (brushless direct current) dengan kapasitas daya 2680 watt, arus 35A dan kecepatan putar 4250 Rpm yang ramah lingkungan. Bodi lori terbuat dari fibre reinforced polymers of plastics (FRP) 3 lapisan menggunakan metode hand lay-up yang memiliki nilai tegangan tarik sebesar 40,18 MPa dan nilai regangan sebesar 0.89 %. Bodi lori inspeksi menitik beratkan aspek estetika dan ergonomi berupa penampilan yang lebih menarik, nyaman dikendarai, dan aman sehingga memiliki nilai jual yang tinggi.
Unduhan
Referensi
Abdullah, K. d. (2005). "Penelitian Pembuatan Badan Roda Lori Dari Pelat Baja Hasil Rol Panas Dengan Metode Proses Tarik Dalam". Bandung: Metal Indonesia.
Munawar, A. (2007)."Perhitungan Pada Poros Penggerak". Jakarta: Academia Education.
Khurni, R.S, Guptap,J.K,(2005) "A Text Book of Machine Design", Eurasia Publishing House (PVT.) LTD, India.
Gunadi, Herminarto.(2004). "Perancangan Bodi Kendaraan". Yogyakarta.
Agung D.Y., Sasongko (2015). P.H., Suharyanto. "Pengendalian Kecepatan Motor Brushless DC (BLDC) menggunakan Metode Logika Fuzzy". Jurnal Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.
Al-Mashakbel, Atef Saleh Othman. (2009). "Proportional Integral and Derivative Control of Brushless DC Motor". Europe Journal of Scientific Research Vol.35 No.02, PP : 198-203.
Kumar, Brajesh dkk. (2017). "Controller Design for Closed Loop Speed Control of BLDC Motor". International Journal of Electrical Engineering and Informatics Vol. 09, No. 01, PP: 146-160.
Roedy K., Wahyunggoro O. Nugraha P. (2015). "Sistem Kendali Kecepatan Motor BLDC Menggunakan Algoritma Hybrid PID_FUZZY. Jurusan teknik elektro –ATW Surakarta. Uneversity Research Colloquium".
Nanang M. (2015). "Desain Controller Motor Bldc Untuk Meningkatkan Performa Output (Daya) Pada Sepeda Motor Listrik". Thesis. Institut Sepuluh Nopember.
Demollic. (2010). "Pembuatan Bodi Mobil dan Modifikasi Chasis". Tugas Akhir Jurusan Teknik Mesin Otomotif. Surakarta : Universitas Sebelas Maret.
Dimas T. (2016).Pembuatan Produk dan Moulding Bumper Belakang Mobil Kijang Innova (V-2005) Berbahan Serat Glass Acak. Tugas Akhir Jurusan Teknik Mesin. Yogyakarta: Politeknik Muhammadiyah Yogyakarta.
Ermawan, Agustinus Adi. (2018). "Penambahan Persentase Serat dan Jumlah Lapisan (1-3) Terhadap Kekuatan Tarik Komposit Fiberglass-Polyester (Yukalac C-108 B Justus)". Skripsi Jurusan Teknik Yogyakarta: Mesin Universitas Sanata Dharma.
Nugroho, Yosep Dwi. (2016). "Karakteristik Komposit Serat Glass Dengan Variasi Jumlah Lapisan Serat". Skripsi Jurusan Teknik Mesin. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma.
Ocky S. P. (2015). "Proses Pembuatan Bodi pada Mobil Listrik Menggunakan Bahan Komposit". Tugas Akhir Jurusan Teknik Mesin. Semarang: Universitas Negeri Semarang.
Sujatmika, Hanif. (2018) Perancangan Dan Pembuatan Rangka Atas Kereta Lori Inspeksi Di Lingkungan Kampus Akademi Perkeretaapian Indonesia. Tugas Akhir Jurusan Teknik Mekanika Perkeretaapian.Madiun : Akademi Perkeretaapian Indonesia.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
1. Usulan Kebijakan untuk Jurnal yang Menawarkan Akses Terbuka.
Penulis yang menerbitkan jurnal ini menyetujui persyaratan berikut:
a. Penulis memiliki hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama dengan karya yang secara simultan dilisensikan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan kepengarangan karya dan publikasi awal dalam jurnal ini.
b. Penulis dapat mengadakan perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
c. Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting pekerjaan mereka secara online (misalnya, dalam repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena dapat menyebabkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan (Lihat The Pengaruh Akses Terbuka).
2. Usulan Kebijakan untuk Jurnal yang Menawarkan Akses Terbuka Tertunda
Penulis yang menerbitkan jurnal ini menyetujui persyaratan berikut:
Penulis memiliki hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama, dengan karya [SPESIFIKASI PERIODE WAKTU] setelah publikasi secara simultan dilisensikan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan kepengarangan karya dan publikasi awal dalam hal ini jurnal.
Penulis dapat mengadakan perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting pekerjaan mereka secara online (misalnya, dalam repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena dapat menyebabkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan (Lihat Pengaruh Akses Terbuka).


