Karakteristik Masyarakat Dalam Penggunaan Moda Transportasi Kereta Api Dan Bus Madiun-Surabaya
DOI:
https://doi.org/10.37367/jpi.v4i1.108Kata Kunci:
Karakteristik Moda, Kereta dan Bus, Madiun SurabayaAbstrak
Moda transportasi merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam percepatan pertumbuhan sosial ekonomi suatu wilayah. Surabaya adalah ibukota provinsi jawa timur dan merupakan salah satu kota terbesar di pulau jawa. Kota surabaya yang menyandang sebagai ibukota menyediakan berbagai sarana prasarana dalam upaya melayani masyarakat terutama dalam bidang transportasi. Beberapa moda transportasi yang berkembang di kota ini adalah kereta api dan bus dengan rute beberapa kota kecil yang berada di jawa timur. Dalam penelitian ini penulis ingin mengetahui karakteristik masyarakat dalam penggunaan moda transportasi kereta dan bus dari arah Madiun-Surabaya. Penelitian ini menggunakan instrumen angket dengan teknik sampling Solvin, Issac micael dan Morgan, kemudian dilakukan analisis data menggunakan model deskriptif. Dari hasil penelitian diketahui karakteristik masyarakat berdasarkan atribut harga banyak menggunakan transportasi bus, berdasarkan atribut ketepatan waktu memilih kereta dan berdasarkan hadway serta frekuensi cenderung sama.
Unduhan
Referensi
Republik Indonesia. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 tahun 2007 tentang Perkeretaapian. Sekretariat Negara Republik Indonesia, 2007.
Faturochman, Dony Dkk, Model Kompetisi Moda Kereta Api Dengan Moda Mobil Pribadi, Bus, Taxi dalam koridor Jakarta-Bandar Udara Soekarno Hatta Dengan Metode Stated Preference, Skripsi, Departemen Teknik Sipil, ITB, Bandung.
Ortuzar, J.D & Willumsen, 1990, Modelling Transport, John Willey & Sons Ltd, England.
Papacostas, C.S., 1987, Fundamental of Transportation Engineering, Prentice Hill, Englewood, New Jersey.
Tamin, O.Z, 1997. Perencanaan dan Pemodelan Transportsi. Bandung: ITB.
Tamin, O.Z, 2008. Perencanaan dan Pemodelan Transportsi. Bandung: ITB.
Warpani, S., 1990. Merencanakan Sistem Perangkutan. Bandung: ITB
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
1. Usulan Kebijakan untuk Jurnal yang Menawarkan Akses Terbuka.
Penulis yang menerbitkan jurnal ini menyetujui persyaratan berikut:
a. Penulis memiliki hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama dengan karya yang secara simultan dilisensikan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan kepengarangan karya dan publikasi awal dalam jurnal ini.
b. Penulis dapat mengadakan perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
c. Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting pekerjaan mereka secara online (misalnya, dalam repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena dapat menyebabkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan (Lihat The Pengaruh Akses Terbuka).
2. Usulan Kebijakan untuk Jurnal yang Menawarkan Akses Terbuka Tertunda
Penulis yang menerbitkan jurnal ini menyetujui persyaratan berikut:
Penulis memiliki hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama, dengan karya [SPESIFIKASI PERIODE WAKTU] setelah publikasi secara simultan dilisensikan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan kepengarangan karya dan publikasi awal dalam hal ini jurnal.
Penulis dapat mengadakan perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting pekerjaan mereka secara online (misalnya, dalam repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena dapat menyebabkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan (Lihat Pengaruh Akses Terbuka).


