Pemilihan Alternatif Trase Kereta Api Di Kabupaten Bangkalan Menggunakan Metode Ahp

Penulis

  • Septiana Widi Astuti Indonesian Railway Polytechnic of Madiun , Politeknik Perkeretaapian Indonesia Madiun
  • AA. Bagus Oka Indonesian Railway Polytechnic of Madiun , Politeknik Perkeretaapian Indonesia Madiun
  • Ahmad Soimun Indonesian Railway Polytechnic of Madiun , Politeknik Perkeretaapian Indonesia Madiun

DOI:

https://doi.org/10.37367/irj.v3i2.117

Kata Kunci:

Reaktivasi, Trase, Kereta Api, AHP

Abstrak

Pulau madura pada masa kolonial belanda sudah menggunakan transportasi kereta api. Awalnya moda transportasi KA memang hanya digunakan sebagai sarana angkutan garam sebagai komiditi utama Madura antara Kalianget dan Kamal maupun sebaliknya. Sejak tahun 1984 jalur kereta api Madura di tutup secara keseluruhan dikarenakan angkutan transportasi kalah saing dengan angkutan umum lainya jarak pendek. Pada tahun 2009 dengan dibukanya jembatan Suramadu geliat pertumbuhan ekonomis sosial madura khususnya kabupaten Bangkalan mulai berkembang hal ini ditandai dengan rencana pembangunan Central Bussines District di daerah Sukolilo dan rencana pembangunan pelabuhan peti kemas di daerah tanjung bulu pandan yang memerlukan infrastruktur transportasi penghubung khususnya distribusi barang yang salah satunya adalah menggunakan kereta api. Penelitian ini bertujuan memilih trase kereta api terbaik di Kabupaten Bangkalan. Metode yang dipakai dalam penelitian ini menggunakan Analytical Hierarchy Process (AHP) yang merupakan metode pengambilan keputusan, yang peralatan utamanya adalah sebuah hirarki. Penelitian ini memberikan 2 alternatif pemilihan trase diantaranya trase A trase eksisting yang sudah ada dari Pelabuhan kamal sampai Kota Bangkalan. Sedangkan trase B adalah trase yang diusulkan dalam penelitian ini dari ujung jembatan Suramadu sisi Madura sampai Stasiun Tunjung. Hasil penelitian menunjukan bahwa membangun trase kereta api baru menjadi alternatif terpilih dibandingkan dengan melakukan reaktivasi dengan kriteria tata ruang menjadi kriteria terpenting yang harus didahulukan dalam memilih alrernatif trase. Secara keseluruhan membangun trase baru dari Suramadu ke Bangkalan dirasa lebih penting oleh para responden jika dilihat dari segi tata ruang, desain, kerawanan bencana dan kebutuhan dana.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

Chasanah F Dkk Studi Alternatif Pengembangan trase Jalur Kereta Api Daop VI Yogyakarta Menuju NIYA Kulon Progo,”Jurnal Teknologi Rekayasa Vol 3,

Yogyakarta, 2018

Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP 1164

Tahun 2013 tentang Penetapan Lokasi dan Rencana Induk Bandara Baru Yogyakarta, November. 2013.

Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 11 Tahun 2012 tentang Tata Cara Penetapan Trase Jalur Kereta Api, Februari. 2012

T. L. Saaty, Decision Making for Leaders: The

Analytic Hierarchy Process for decisions in a Complex Wold). University Pittsburgh, Pittsburgh, vol. 291, June 1988

Diterbitkan

2019-12-04

Cara Mengutip

Astuti, S. W., Oka, A. B., & Soimun, A. (2019). Pemilihan Alternatif Trase Kereta Api Di Kabupaten Bangkalan Menggunakan Metode Ahp. Jurnal Perkeretaapian Indonesia (Indonesian Railway Journal), 3(2). https://doi.org/10.37367/irj.v3i2.117

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama