Rancang Bangun Teknologi Automatic Surface Treatmen Untuk Meningkatkan Ketahanan Jalan Rel Kereta Api
DOI:
https://doi.org/10.37367/jpi.v5i1.129Kata Kunci:
Rancang bangun, Automatic Surface treatment, Jalan Rel, Kereta ApiAbstrak
Batang rel berfungsi sebagai penahan berat beban dari rangkaian kereta api yang berjalan diatasnya. Berat yang besar pada rangkaian dapat mengakibatkan gesekan dan keausan yang berlebihan sehingga dibutuhkan permukaan rel yang keras dan tahan terhadap keausan. Tujuan pada penelitian ini adalah rancang bangun prototype alat yang berfungsi sebagai upaya meningkatkan ketahanan pada permukaan jalan rel kereta api. Metode yang digunakan pada konsep penelitian ini dengan teori flame hardening yaitu dengan pemanasan rel kereta api menggunakan gas oxy-asetilen kemudian dilakukan quenching secara cepat untuk meningkatkan kekerasan pada permukaan rel kereta api. Pembuatan prototype dimulai dengan perancangan hardware yang meliputi alat Surface Treatment dan perancangan perangkat software program control automatic. Hasil prototype dilakukan uji fungsi keberhasilan alat yang dapat dioperasikan dengan baik menggunakan mode manual dengan kecepatan maksimal 0.1 m/s dan mode otomatis 0.08 m/s.
Unduhan
Referensi
Eko Surojo., Dody Ariawan., Muh. Nurkhozin., 2009. Pengaruh Manual Flame Hardening Terhadap Kekerasan Hasil Tempa Baja Pegas, Jurnal Mekanika, Universitas Sebelas Maret Surakarta, Vol. 7 No. 2 I
Clark, D. S., Varney W. R., 1962. Physical Metallurgy For Engineering, D. Van Nostrand Company, INC.
Davis, J.R., 2002. Surface Hardening Of Steels, New York: McGraw-Hill
Hernandez, et. Al., 2011. Properties And Microstructure Of High-Performance Wheels. Journal of wear 271, 374-381.
Hari Boedi, Willy Artha Wirawan, Fadli Rozaq, Dadang Sanjaya Atmaja. (2020). The Effect Of Quenching Media On Surface Treatment Process On The Rel UIC R42 (Union Internasionale Des Chemins De Fer-42) Endurance. International Journal of Advanced Science and Technology, 29(6s), 1329 - 1336.
Jae Lee, Seok., 2005. Effect Of Austenite Grain Size On Martensitic Transformation Of A Low Alloy Steel. Materials science forum, Vol. 475-479, 3619-3192.
Krauss, George., 1990. Steel: Heat Treatment And Processing Principles, Ohio: ASM International
Folkhard, Erich, 1984. Welding MetallurgynOf StainlessnSteel, Spring-Verlig Wien, New York.
Pnagiotidis, Antonatos A.S., and Tsananas, G.M., 2007. Case Depth Determination Using Vicker Micro-Hardness Test Method At TRSC/PPC SA. Journal pf wear 273, 223-229.
Poshmann, Tsapowetz, Rinhover., 2009. Heat Treatment Process And Facility For Railway Wheel. AFT and Werkst off Service
Smith, J.L., Russel, G.M., & Bhatita, S.C., 2009. Heat Treatment Of Metals Volume 1, Singapore: Alkem Company.
Totten, G.E., Howes, M.A.H., 1997, SteelnHeat TreatmentnHandbook. New York: Marcel Dekker, Inc., USA.
Vander Voort, G.F., 1984. Metallography Principle And Practice. New York: Mc. Graw Hill Book Company.
Yokoyama, Hiroyasu., 2002. Development Of Hight Strength Pearlitic Seel Rail (SP Rail) With Excellent Wear And Damage Resistance. Journal of materials processing technology 166, 111-115.
W.A. Wirawan, H.B. Wahjono, & F. Rozaq., Desain Prototype Teknologi Automatic Surface Treatmen Untuk Meningkatkan Ketahanan Jalan Rel Kereta Api. Jurnal Perkeretaapian Indonesia, Vol. 4, No. 1, 2020. Hal. 75-79.
W.A. Wirawan, Adya Aghastya, & Alvi Lutfiyani Lailya., Modeling of Atmega 2560 Microcontroller-Based Train Passenger Counter. Jurnal Perkeretaapian Indonesia, Vol. 3, No. 1, 2019. Hal. 55-61.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
1. Usulan Kebijakan untuk Jurnal yang Menawarkan Akses Terbuka.
Penulis yang menerbitkan jurnal ini menyetujui persyaratan berikut:
a. Penulis memiliki hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama dengan karya yang secara simultan dilisensikan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan kepengarangan karya dan publikasi awal dalam jurnal ini.
b. Penulis dapat mengadakan perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
c. Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting pekerjaan mereka secara online (misalnya, dalam repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena dapat menyebabkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan (Lihat The Pengaruh Akses Terbuka).
2. Usulan Kebijakan untuk Jurnal yang Menawarkan Akses Terbuka Tertunda
Penulis yang menerbitkan jurnal ini menyetujui persyaratan berikut:
Penulis memiliki hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama, dengan karya [SPESIFIKASI PERIODE WAKTU] setelah publikasi secara simultan dilisensikan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan kepengarangan karya dan publikasi awal dalam hal ini jurnal.
Penulis dapat mengadakan perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting pekerjaan mereka secara online (misalnya, dalam repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena dapat menyebabkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan (Lihat Pengaruh Akses Terbuka).


