SISTEM KENDALI PROTOTYPE KERETA MAGLEV UNTUK MENGATUR PERGERAKAN MENGGUNAKAN NODEMCU ESP8266
DOI:
https://doi.org/10.37367/jpi.v6i1.164Kata Kunci:
maglevAbstrak
Maglev merupakan dasar teknologi kereta cepat dengan metode pengangkatan sebuah objek terhadap suatu acuan menggunakan medan magnet. Sistem ini digunakan untuk mengurangi gaya gesekan yang ditimbulkan oleh suatu komponen yang melakukan kontak secara langsung. Makalah ini mempelajari sistem kereta maglev dalam rangka pengembangan teknologi sistem kendali pada kereta cepat. Sistem kendali kereta maglev dibuat prototype dan diuji kemampuan dalam hal bergerak maju dijalur lurus, ditikungan dan performa system. Metode kendali pergerakan prototype kereta maglev adalah dengan mengatur gaya tarik dan dorong magnet dari 2 kutub magnet pada sarana dan lintasan menggunakan perintah operator melalui smartphone menggunakan software Blynk. Dalam hal ini sensor hall effect diterapkan untuk mendeteksi kondisi kutub magnet pada lintasan yang selanjutnya digunakan untuk menentukan perubahan kutub magnet buatan yang berada di sarana. Hasil pengujian dari prototype maglev melaju dengan rata-rata kecepatan 0.204 m/s
Unduhan
Referensi
Menteri Perhubungan Republik Indonesia, “Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia,” Mentri Perhub. Republik Indones., p. 13, 2018.
A. B. Rms and E. Wahyuningsih, “ANALISIS GAYA GESEK DUA BENDA HOMOGEN SEBAGAI SUMBER ENERGI (STUDI KASUS: GESEKAN RODA KERETA LISTRIK DENGAN REL),” J. Tek. dan Inform., vol. 1, no. 1, pp. 41–51, 2021.
N. K. Nur et al., Sistem Transportasi. Yayasan Kita Menulis, 2021.
W. Fadlun, A. I. Cahyadi, and O. Wahyunggoro, “Kendali Sistem Magnetic Levitation Menggunakan Metode Feedback Linearization,” Kendali Sist. Magn. Levitation Menggunakan Metod. Feed. Linearization, vol. 1, no. 1, pp. 222–226, 2016.
H. Mudia and P. Panam, “Adaptif STR-PID Untuk Pengendalian Posisi Pada Magnetic Levitation Ball,” INOVTEK-Seri Elektro, vol. 2, no. 1, pp. 19–28, 2020.
R. K. Desita, “Revolusi Perkembangan Magnet Pada Sarana Transportasi Kereta Api Dengan Menggunakan Teknologi Maglev (Magnetic Levitation),” Univ. Muhammadiyah Sidoarjo, 2018.
A. Priyanto, “Sistem Kendali Posisi Magnetic Levitation Ball Menggunakan Metode Sliding Mode Control (Smc),” Appl. Technol. Comput. Sci. J., vol. 1, no. 1, pp. 39–51, 2018.
P. K. Sinha, “Design of a magnetically levitated vehicle,” IEEE Trans. Magn., vol. 20, no. 5, pp. 1672–1674, 1984, doi: 10.1109/TMAG.1984.1063552.
N. N. NOVIHANTORO and D. B. WIBOWO, “Perancangan Model Kereta Maglev Skala Laboratorium.” Mechanical Engineering Departement of Diponegoro University, 2011.
H. W. Lee, K. C. Kim, and J. Lee, “Review of Maglev train technologies,” IEEE Trans. Magn., vol. 42, no. 7, pp. 1917–1925, 2006, doi: 10.1109/TMAG.2006.875842.
R. F. Post and D. D. Ryutov, “The inductrack: A simpler approach to magnetic lévitation,” IEEE Trans. Appl. Supercond., vol. 10, no. 1, p. 901904, 2000.
R. Palka and K. Woronowicz, “Linear induction motors in transportation systems,” Energies, vol. 14, no. 9, p. 2549, 2021.
J. Sembiring, “Jurnal Penelitian Transportasi Darat,” J. Chem. Inf. Model., vol. 53, no. 9, pp. 1689–1699, 2013.
D. Gupta, S. K. Suman, and A. Kumar, “Optimal and Suboptimal Control Design Strategy for the Maglev System,” in 2019 3rd International Conference on Trends in Electronics and Informatics (ICOEI), 2019, pp. 999–1002.
D. Isi, “DASAR SISTEM KONTROL EE-3133 Oleh : BASUKI RAHMAT Jurusan Teknik Elektro SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI TELEKOMUNIKASI BANDUNG-2004,” 2004.
E. Nugroho, “Magnetic Levitation dengan Pengendali Logika Fuzzy Berbasis Mikrokontroler ATMEGA8,” 2007.
B. W. T. Winarto and P. W. Rusimamto, “RANCANG BANGUN SISTEM LEVITASI MAGNET MENGGUNAKAN KONTROL PID,” J. Tek. ELEKTRO, vol. 8, no. 1, 2019.
M. A. Lukmana et al., “Structural Design of Levitated Train Prototype With Electromagnetic,” 2015.
M. A. Lukmana, “Rancang Bangun Purwarupa Kereta Melayang Magnetik Dengan Penggerak Elektromagnet.” Institut Teknologi Sepuluh Nopember, 2015.
K. A. Lilienkamp and K. H. Lundberg, “for Teaching Feedback System Design,” pp. 1308–1313, 2004.
H. W. Cho, C. H. Kim, J. M. Lee, and H. S. Han, “Design and characteristic analysis of small scale magnetic levitation and propulsion system for maglev train application,” 2011 Int. Conf. Electr. Mach. Syst. ICEMS 2011, 2011, doi: 10.1109/ICEMS.2011.6073910.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2022 Jurnal Perkeretaapian Indonesia (Indonesian Railway Journal)

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
1. Usulan Kebijakan untuk Jurnal yang Menawarkan Akses Terbuka.
Penulis yang menerbitkan jurnal ini menyetujui persyaratan berikut:
a. Penulis memiliki hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama dengan karya yang secara simultan dilisensikan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan kepengarangan karya dan publikasi awal dalam jurnal ini.
b. Penulis dapat mengadakan perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
c. Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting pekerjaan mereka secara online (misalnya, dalam repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena dapat menyebabkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan (Lihat The Pengaruh Akses Terbuka).
2. Usulan Kebijakan untuk Jurnal yang Menawarkan Akses Terbuka Tertunda
Penulis yang menerbitkan jurnal ini menyetujui persyaratan berikut:
Penulis memiliki hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama, dengan karya [SPESIFIKASI PERIODE WAKTU] setelah publikasi secara simultan dilisensikan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan kepengarangan karya dan publikasi awal dalam hal ini jurnal.
Penulis dapat mengadakan perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting pekerjaan mereka secara online (misalnya, dalam repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena dapat menyebabkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan (Lihat Pengaruh Akses Terbuka).


