Peningkatan Keamanan Perjalanan Kereta Api Dengan Penggunaan Sistem Axle Counter Dan Media Transmisi Fiber Optic Untuk Hubungan Blok Di Persinyalan VPI (Studi Kasus Hubungan Blok Stasiun Surodadi - Pemalang)
Kata Kunci:
alternative disruption settlement, blocks equipment, station, axle counter, fiber optic transmission systemAbstrak
Penelitian ini disusun untuk membuat suatu alternatif penyelesaian gangguan pada peralatan blok Stasiun Surodadi dan Pemalang dalam rangka meningkatkan keamanan perjalanan kereta api di Stasiun Surodadi-Pemalang. Penelitian ini menggunakan landasan teori dan peraturan yang mendukung penyelesaian masalah dengan pengkajian melalui aspek teknis, aspek operasional dan aspek keselamatan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sistem axle counter relatif lebih hemat, aman dan efisien dibandingkan track circuit. Sistem transmisi fiber opticlebih efisien dan menguntungkan dibanding sistem transmisi kabel. Sebagian keterlambatan juga diakibatkan gangguan peralatan persinyalan dan salah satunya adalah gangguan hubungan blok. Dalam keadaan hubungan blok terganggu, pemberangkatan kereta dengan sinyal darurat memungkinkan terhadinya kecelakaan yang diakibatkan oleh faktor kelelahan dan kondisi psikologis PPKA. Guna mengurangi keterlambatan kereta api, mengurangi resiko kemungkinan terjadinya kecelakaan akibat pemberian bentuk darurat 1 (D.1) secara bersamaan oleh PPKA kedua stasiun yang terganggu hubungan bloknya dan meningkatkan keamanan perjalanan kereta api, sebaiknya track circuit petak jalan diganti dengan dua buah axle counter yang dipasang di sinyal masuk stasiun untuk mendeteksi keberadaan bakal pelanting di petak jalan, penelitian ini juga merekomendasikan agar penggunaan kabel fisik diganti menjadi kabel fiber optic.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
1. Usulan Kebijakan untuk Jurnal yang Menawarkan Akses Terbuka.
Penulis yang menerbitkan jurnal ini menyetujui persyaratan berikut:
a. Penulis memiliki hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama dengan karya yang secara simultan dilisensikan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan kepengarangan karya dan publikasi awal dalam jurnal ini.
b. Penulis dapat mengadakan perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
c. Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting pekerjaan mereka secara online (misalnya, dalam repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena dapat menyebabkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan (Lihat The Pengaruh Akses Terbuka).
2. Usulan Kebijakan untuk Jurnal yang Menawarkan Akses Terbuka Tertunda
Penulis yang menerbitkan jurnal ini menyetujui persyaratan berikut:
Penulis memiliki hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama, dengan karya [SPESIFIKASI PERIODE WAKTU] setelah publikasi secara simultan dilisensikan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan kepengarangan karya dan publikasi awal dalam hal ini jurnal.
Penulis dapat mengadakan perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting pekerjaan mereka secara online (misalnya, dalam repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena dapat menyebabkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan (Lihat Pengaruh Akses Terbuka).


