Peran Sistem Kendali Berbasis Komunikasi dan Automatic Train Protection pada Kereta Perkotaan dan Jarak Jauh
DOI:
https://doi.org/10.37367/jpi.v6i1.192Kata Kunci:
Keselamatan Kereta Api; sistem komukasi radio digital; Teknologi Perkeretaapian IndonesiaAbstrak
Keselamatan perjalanan kereta api menjadi indikator utama pelayanan transportasi publik. Kemajuan teknologi perkeretaapian di berbagai negara membawa perubahan bagi perkertaapian di Indonesia agar perjalanan kereta api semakin terjamin, melalui peningkatan sistem komunikasi suara maupun komunikasi data dan pemasangan Automatic Train Protection (ATP). Kebutuhan ATP perkeretaapian belum terpenuhi karena biaya relatif mahal dan komunikasi yang digunakan melalui radio analog frekuensi VHF dengan banyak kanal. Hasil penelitian adalah sistem komunikasi kereta api menggunakan radio analog frekuensi VHF (150-174) dengan banyak kanal frekuensi dapat ditingkatkan menggunakan Digital Mobile Radio (DMR) Tier III dan/atau Tetra, pemasangan ATP untuk kereta komuter dan jarak jauh terus diupayakan, penggunaan RAMS menilai produk maupun keselamatan untuk segera dapat digunakan oleh Regulator maupun Operator
Unduhan
Referensi
Aditianata. (2014). Fenomena Tata Guna Lahan , Perumahan dan Transportasi dalam Perkembangan Kota-Kota Besar (Kasus : Kota Surabaya Dan Metropolitan GKS Plus). Jurnal Planesa, 5(1), 36–44.
Asmoko, H. (2014). Pengembangan Kepemimpinan Transformasional dan Peran Diklat Kepemimpinan Pola Baru. Balai Diklat Kepemimpinan Magelang, 1, 1–9.
Astalini, A., Maison, M., Ikhlas, M., & Kurniawan, D. A. (2018). the Development of Students Attitude Instrument Towards Mathematics Physics Class. Edusains, 10(1), 46–52. https://doi.org/10.15408/es.v10i1.7213
Badan Pusat Statistik. (2021). Penumpang Kereta Jawa dan Sumatera Turun 2,03% pada Juni 2021. https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2021/08/30/penumpang-kereta-jawa-dan-sumatera-turun-203-pada-juni-2021#:~:text=Secara kumulatif%2C jumlah penumpang kereta,sebesar 186%2C1 juta orang.
Barabadi, A., Tobias Gudmestad, O., & Barabady, J. (2015). RAMS data collection under Arctic conditions. Reliability Engineering & System Safety, 135, 92–99. https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.ress.2014.11.008
Biro Komunikasi dan Informasi Publik. (2012a). Directorate General of Railway Transportation Tested ATP. http://dephub.go.id/post/read/ditjen-perkeretaapian-ujicobakan-atp-10635?language=id
Biro Komunikasi dan Informasi Publik. (2012b). Penyebab Kecelakaan Kereta Api Didominasi Human Error. http://dephub.go.id/welcome/readPost/penyebab-kecelakaan-kereta-api-didominasi-human-error-15056
Compare, M., Martini, F., & Zio, E. (2015). Genetic algorithms for condition-based maintenance optimization under uncertainty. European Journal of Operational Research, 244(2), 611–623. https://doi.org/10.1016/j.ejor.2015.01.057
Dihni, V. A. (2021). Penumpang MRT Jakarta Meningkat 237% pada September 2021. https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2021/09/30/penumpang-mrt-jakarta-meningkat-237-pada-september-2021
Evans, A. W. (1996). The economics of automatic train protection in Britain. Transport Policy, 3(3), 105–110. https://doi.org/https://doi.org/10.1016/0967-070X(96)00015-7
Hashina, N. H. (2022). Dampak Modernisasi Transportasi Darat dan Sejarah Perkembangan. https://tirto.id/dampak-modernisasi-transportasi-darat-dan-sejarah-perkembangan-gbjm
Hennes, R. G. (1969). Fundamentals of transportation engineering. McGraw-Hill.
Hidayat, N. A., Usman, U. K., & Indrayanto, A. (2016). Analisis Performansi Teknologi Radio Trunking Digital Studi Kasus PT Pelindo II Tanjung Priok Jakarta Utara. Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATi), 1–7.
Kamaluddin, R., & Krisnawati, L. (2003). Ekonomi transportasi : karakteristik, teori, dan kebijakan. Ghalia Indonesia.
Kementerian Perhubungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian. (2021). Buku Statistik Bidang Perkeretaapian Semester 1 Tahun 2021.
Kementerian Perhubungan Ditjen Perkeretaapian. (2011). Rencana Induk Perkeretaapian Nasional (PM No.43 Tahun 2011). In Rencana Induk Perkeretaapian Nasional (Issue 8).
Kim, M., Kim, M., Kim, D., & Lee, J. (2012). Analysis of Distance between ATS and ATP Antenna for Normal Operation in Combined On-board Signal System. International Journal of Railway, 5(2), 77–83. https://doi.org/10.7782/ijr.2012.5.2.077
Len Industry. (2021). SiLVue Len Industri, Persinyalan Kereta Produk Indonesia. https://www.len.co.id/silvue-len-industri-persinyalan-kereta-produk-indonesia/
Lundteigen, M. A., Rausand, M., & Utne, I. B. (2009). Integrating RAMS engineering and management with the safety life cycle of IEC 61508. Reliability Engineering & System Safety, 94(12), 1894–1903. https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.ress.2009.06.005
Martorell, S., Sanchez, A., & Carlos, S. (2007). A tolerance interval based approach to address uncertainty for RAMS+C optimization. Reliability Engineering & System Safety, 92(4), 408–422. https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.ress.2005.12.013
Menteri Perhubungan Republik Indonesia. (2015). Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 24 Tahun 2015.
Menteri Perhubungan Republik Indonesia. (2018). Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia No PM 45 Tahun 2018 Tentang Persayaratan Teknis Peralatan Telekomunikasi Perkeretaapian.
Miro, F., & Hardani, W. (2005). Perencanaan transportasi untuk mahasiswa, perencana, dan praktisi. Erlangga.
Nikitin, A., Manakov, A., Kushpil, I., Kostrominov, A., & Osminin, A. (2020). On the issue of using digital radio communications of the DMR standard to control the train traffic on Russian railways. 2020 IEEE East-West Design and Test Symposium, EWDTS 2020 - Proceedings, 1–6. https://doi.org/10.1109/EWDTS50664.2020.9224707
Siregar, R. A. (2020). 2 Tahun Beroperasi, LRT Palembang Angkut 5,1 Juta Penumpang. https://news.detik.com/berita/d-5105183/2-tahun-beroperasi-lrt-palembang-angkut-51-juta-penumpang
Subarkah, T. (2019). Modal Share Angkutan Umum 2020 Jadi 35,6%. https://mediaindonesia.com/megapolitan/275174/modal-share-angkutan-umum-2020-jadi-356
Tamtomo, A. B. (2019). INFOGRAFIK: Fakta Seputar LRT Jabodebek yang Beroperasi 2021. https://www.kompas.com/tren/read/2019/10/15/200500265/infografik--fakta-seputar-lrt-jabodebek-yang-beroperasi-2021
Torres-Echeverría, A. C., Martorell, S., & Thompson, H. A. (2009). Design optimization of a safety-instrumented system based on RAMS+C addressing IEC 61508 requirements and diverse redundancy. Reliability Engineering & System Safety, 94(2), 162–179. https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.ress.2008.02.010
Wijaya, I., Malkhamah, S., & Subarmono. (2015). Kajian Automatic Train Protection (ATP) untuk Meningkatkan Keselamatan Perkeretaapian. Universitas Gadjah Mada.
Young, T., & Naweed, A. (2017). The Impact of ATP on Ways of Working in Australian Rail: Preliminary Findings from the Driver Perspective. Contemporary Ergonomics and Human Factors 2017, May. https://publications.ergonomics.org.uk/uploads/The-Impact-of-Automatic-Train-Protection-on-Ways-of-Working-in-Australian-Rail-Preliminary-Findings-from-the-Driver-Perspective.pdf
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2022 Jurnal Perkeretaapian Indonesia (Indonesian Railway Journal)

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
1. Usulan Kebijakan untuk Jurnal yang Menawarkan Akses Terbuka.
Penulis yang menerbitkan jurnal ini menyetujui persyaratan berikut:
a. Penulis memiliki hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama dengan karya yang secara simultan dilisensikan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan kepengarangan karya dan publikasi awal dalam jurnal ini.
b. Penulis dapat mengadakan perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
c. Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting pekerjaan mereka secara online (misalnya, dalam repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena dapat menyebabkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan (Lihat The Pengaruh Akses Terbuka).
2. Usulan Kebijakan untuk Jurnal yang Menawarkan Akses Terbuka Tertunda
Penulis yang menerbitkan jurnal ini menyetujui persyaratan berikut:
Penulis memiliki hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama, dengan karya [SPESIFIKASI PERIODE WAKTU] setelah publikasi secara simultan dilisensikan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan kepengarangan karya dan publikasi awal dalam hal ini jurnal.
Penulis dapat mengadakan perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting pekerjaan mereka secara online (misalnya, dalam repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena dapat menyebabkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan (Lihat Pengaruh Akses Terbuka).


