Analisis Peralatan Persinyalan Kereta Api dengan Persinyalan Elektrik Silsafe4000 Di Stasiun Lempuyangan Yogyakarta

Penulis

  • Bima Sekti Wibawanto Universitas Islam Sultan Agung Semarang , Universitas Islam Sultan Agung Semarang
  • Jenny Putri Hapsari Universitas Islam Sultan Agung Semarang , Universitas Islam Sultan Agung Semarang
  • Agus Suprajitno Universitas Islam Sultan Agung Semarang , Universitas Islam Sultan Agung Semarang
  • Teguh Arifianto Politeknik Perkeretaapian Indonesia Madiun

DOI:

https://doi.org/10.37367/jpi.v6i2.219

Kata Kunci:

Persinyalan elektrik, SILSafe4000, Kereta api, Stasiun lempuyangan

Abstrak

Persinyalan kereta api merupakan suatu bentuk, warna atau cahaya untuk memberikan isyarat kepada masinis dengan arti tertentu untuk mengatur perjalanan kereta api yang aman. Pembaharuan sistem persinyalan pada stasiun-stasiun pada lintas jawa dan Sumatra. Salah satunya pembaharuan persinyalan elektrik pada stasiun lempuyangan yang sebelumnya pertama dibangun pada tahun 1986. Faktor utama diperbaharui yaitu suku cadang peralatan yang sulit dan sering mengalami gangguan sehingga memengaruhi kehandalan sistem. Persinyalan elektrik ini menggunakan SILSafe4000 yang dikembangkan oleh anak bangsa dari PT LEN. Pada penelitian ini peneliti melakukan analisis sistem kehandalan persinyalan elektrik SILSafe4000 pada stasiun lempuyangan dengan merujuk standarisasi peralatan yang seharusnya, perhitungan kapasitas lintas dan kuisioner kepada petugas PPKA terhadap tingkat kesulitan pengoperasian HMI stasiun lempuyangan. Sebelum penelitian dilakukan, peneliti mengumpulkan data-data yang dibutuhkan. Berdasarkan standarisasi peralatan, standar tegangan motor BSG9 dan sinyal 110VAC±10%, tegangan deteksi (balikan) 24VDC±10% atau range (21,6-26,4V DC), nilai arus < 10A, pentanahan < 5Ω, R≤50Ω dan insulasi. Bahwa peralatan yang telah standar antara lain: tegangan in ER motor wesel sebesar 78,94%, tegangan penggerak 89,47% dan tegangan sinyal 83,3%, pentanahan 100%, resistansi kabel 96%, dan insulasi kabel 100%. Kehandalan persinyalan elektrik juga mampunya sistem melayani perjalanan kereta api. Dengan perhitungan kapasitas lintas bahwa stasiun lempuyangan mampu melayani perjalanan kereta api seharinya 134 kereta, rata-rata headway 12,51 menit, memaksimalkan kapasitas lintas sebesar 116 kereta ∑KA>K dilayani dengan sistem persinyalan elektrik dengan aman dan zero accident. Kemudian kuisioner yang diberikan kepada petugas mengenai tingkat kesulitan pengoperasian HMI sangat mudah dengan nilai 4,7/5.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

H. Dwiatmoko, Keselamatan Fasilitas Operasi Kereta Api. Jakarta: Kencana Prenada Media Grup, 2013.

D. S. O. Arief Darmawan, Bagoes Eko Y, Sunaryo, “Peningkatan Keamanan Perjalanan Kereta Api Dengan Penggunaan Sistem Axle Counter Dan Media Transmisi Fiber Optic Untuk Hubungan Blok Di Persinyalan Vpi (Studi Kasus Hubungan Blok Stasiun Surodadi – Pemalang),” J. Perkertaapian Indones., vol. 1, no. 9, pp. 15–28, 2017.

N. Khodijah, S. Yahdin, and N. Dewi, “Optimalisasi Pelaksanaan Proyek Pembangunan Persinyalan Elektrik di Stasiun Kertapati dengan Penerapan Metode Crash Program,” J. Penelit. Sains, vol. 16, no. 2, p. 168309, 2013.

E. Sayuri, “Perancangan Sistem Persinyalan Elektrik Di Stasiun Berbasis PLC Omron CP1E-E30SDR-A,” vol. 1, no. 1210622001, 2017, [Online]. Available: http://repository.unmuhjember.ac.id/415/%0Ahttp://repository.unmuhjember.ac.id/415/1/Jurnal.pdf.

D. Septyan, “Sistem Interlocking Persinyalan Berbasis PLC dengan Metode HSB (hot standby) Local Control Panel (LCP),” 2017.

A. H. Pambudy, Y. H. Yadi, and W. Susihono, “Analisis Display Sinyal Kereta Api Di Stasiun Langen,” Unitirta, vol. 1, no. 1, pp. 13–17, 2013.

D. adyaksa Ferichi, “Peningkatan Kinerja Pola Operasi Pesinyalan Di Stasiun Sidoarjo Daop Viii Surabaya Kertas Kerja Wajib Diajukan Dalam Rangka Penyelesaian Studi Program Diploma III,” 2019.

P. D. Parikesit, Jalan Rel. Surabaya: Scopindo Media Pustaka, 2021.

Kementrian Perhubungan, PM No 44 Tahun 2018 Tentang Persyaratan Teknis Peralatan Persinyalan Perkeretaapian. 2018.

L. Nawangwulan, S. D. Ramdan, T. Sipil, and T. Elektro, “Persinyalan,” vol. 1, no. 2, pp. 1–8, 2021.

PT Len, “Sistem Interlocking SIL - 02 NextG Manual Maintenance,” 2018.

PT Len, “Sistem Interlocking SIL - 02 NextG Manual User,” 2018.

PT PLN UIP Sulawesi Bagian Selatan, “Menembus Batas Hadirkan Terang,” Makassar, 2021.

Jaelani, “Manual Thales Axle Counter.” Bandung, 2019.

N. Rasmussen, “Suplai Daya Bebas Gangguan,” Wikipedia. 2020, [Online]. Available: https://id.wikipedia.org/wiki/Suplai_daya_bebas_gangguan.

A. Gunawan, “Genset, Mesin Penghasil Listrik yang Punya Banyak Manfaat,” 2020. https://www.abcpowergenset.com/genset-adalah-penghasil-listrik-yang-punya-banyak-manfaat/.

Yanmar Corp, “YTG10S YTG15T California Proposition 65 Warning California Proposition 65 Warning,” 2008.

PT Len, “Manual Maintenance atau Troubleshooting LED Signal V3.” Bandung, 2019.

A. M. Sidiq, “Manual Maintenance atau Troubleshooting LED Signal V3.” Bandung, 2019.

M. D. Akbar, “Analisa Sistem Kerja Point Machine Bsg-9 Pada Proses Pemindahan Jalur Kereta Api Di Stasiun Semarang Tawang Daop 4 Semarang PT . Kereta Api Indonesia ( Persero )” Machine BSG-9 ),” 2020.

Diterbitkan

2022-10-31

Terbitan

Bagian

Artikel

Cara Mengutip

Wibawanto, B. S., Hapsari, J. P., Suprajitno, A., & Arifianto, T. (2022). Analisis Peralatan Persinyalan Kereta Api dengan Persinyalan Elektrik Silsafe4000 Di Stasiun Lempuyangan Yogyakarta. Jurnal Perkeretaapian Indonesia (Indonesian Railway Journal), 6(2), 42-48. https://doi.org/10.37367/jpi.v6i2.219

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama