Analisis Kebutuhan Struktur Bawah Jembatan Kereta Api di Politeknik Perkeretaapian Indonesia Madiun

Penulis

  • Ayu Prativi Politeknik Perkeretaapian Indonesia Madiun , Politeknik Perkeretaapian Indonesia Madiun
  • Arisma Havino Politeknik Perkeretaapian Indonesia Madiun , Politeknik Perkeretaapian Indonesia Madiun
  • Nila Sutra Politeknik Perkeretaapian Indonesia Madiun , Politeknik Perkeretaapian Indonesia Madiun
  • Puspita Dewi Politeknik Perkeretaapian Indonesia Madiun , Politeknik Perkeretaapian Indonesia Madiun

DOI:

https://doi.org/10.37367/jpi.v8i2.307

Kata Kunci:

jembatan kereta, CPT (Cone Penetrometer Test), abutmen, pondasi sumuran

Abstrak

Pembangunan jembatan kereta api di Politeknik Perkeretaapian Indonesia Madiun (PPIM) bertujuan untuk menyediakan prasarana pendidikan taruna PPI Madiun. Keterbatasan ruang gerak saat pelaksanaan pekerjaan menyebabkan pemilihan dimensi struktur abutmen dan jenis pondasi dalam harus dipertimbangkan dengan baik. Studi ini bertujuan untuk merencanakan usulan struktur bawah jembatan kereta di PPIM. Perencanaan struktur bawah jembatan dilakukan menggunakan data hasil uji CPT (Cone Penetrometer Test). Penentuan karakteristik fisik dan teknis tanah menggunakan metode korelasi dari data CPT. Perhitungan beban jembatan dan dimensi struktur bawah jembatan mengacu pada peraturan yang berlaku di Indonesia. Berdasarkan data uji CPT, lokasi tanah keras berada di kedalaman 10 m dengan jenis tanah dasar didonimasi oleh pasir. Berdasarkan hasil analisis stabilitas abutmen diperoleh dimensi tapak sebesar 6.5 m x 2.7 m dan kedalaman 2.2 m. Dengan mempertimbangkan sulitnya akses alat berat menuju lokasi pekerjaan, abutmen direncanakan akan didukung oleh pondasi sumuran dengan diameter 80 cm dan kedalaman tanam 3 m.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

Badan Standardisasi Nasional. (2008). SNI 2827:2008 Cara Uji Penetrasi Lapangan dengan Alat Sondir.

Badan Standardisasi Nasional. (2016). "SNI 1725:2016 Pembebanan Untuk Jembatan. www.bsn.go.id

Badan Standardisasi Nasional. (2017). SNI 8460:2017 Persyaratan Perancangan Geoteknik. www.bsn.go.id

Budhu, M. (2011). Soil Mechanics and Foundations 3rd Edition (3rd ed.). John Wiley & Sons, Inc.

Holliday, V. T., Mandel, R. D., & Beach, T. (2017). Soil Stratigraphy. In Encyclopedia of Earth Sciences Series (pp. 841–855). https://doi.org/10.1007/978-1-4020-4409-0_177

Iles, D. C. (2004). Design guide for steel railway bridges. Steel Construction Institute.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat Jenderal Bina Marga. (2021). Panduan Praktis Perencanaan Teknis Jembatan.

Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. (2019). Manual Aplikasi Online Spektrum Desain Indonesia.

Pedoman Penentuan Spektrum Respons Desain Di Permukaan Tanah Untuk Jembatan, Pub. L. No. SURAT EDARAN NOMOR : 43/SE/M/2015 (2015).

Republik Indonesia. (2012). Peraturan Menteri Perhubungan No. 60 Tahun 2012 Tentang Standar Teknis Perencanaan Jalur Kereta Api.

Robertson, P. K., & Cabal, K. L. (2010). Estimating Soil Unit Weight from CPT. 2nd International Symposium on Cone Penetration Testing.

Soekhardjo. (2016). Kontruksi Jembatan Kereta Api. Prasarana Jalan Rel dan Jembatan .

Standar Teknis Kereta Api Indonesia Untuk Struktur Jembatan Baja (2006).

Supriyadi, B., & Muntohar, A. S. (2007). Jembatan. Beta Offset.

Unsworth, J. F. (2010). Design of Modern Steel Railway Bridges. CRC Press.

Unduhan

Diterbitkan

2024-10-31

Terbitan

Bagian

Artikel

Cara Mengutip

Prativi, A., Havino, A., Sutra, N., & Dewi, P. (2024). Analisis Kebutuhan Struktur Bawah Jembatan Kereta Api di Politeknik Perkeretaapian Indonesia Madiun. Jurnal Perkeretaapian Indonesia (Indonesian Railway Journal), 8(2), 8-13. https://doi.org/10.37367/jpi.v8i2.307

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama