Strategi Kompetitif Penyediaan Angkutan Lanjutan Kereta Cepat Jakarta-Bandung Dalam Meningkatan Minat Pengguna
DOI:
https://doi.org/10.37367/jpi.v8i2.323Kata Kunci:
travel time efficiency, competitive strategyAbstrak
Kereta api cepat Jakarta-Bandung merupakan transportasi yang memberikan waktu tempuh yang cukup singkat dengan daya tampung (okupansi) mencapai 740 orang per kereta. Kereta api cepat Jakarta-Bandung yang diresmikan pada Oktober 2023, telah melayani 1.028.216 penumpang hingga 25 Desember 2023. Adapun jumlah penumpang tertinggi yang dilayani dalam satu hari pada perjalanan kereta cepat Jakarta-Bandung mencapai hingga 21.500 penumpang per hari. Berdasarkan hasil pengamatan terdapat beberapa kekurangan dari Kereta Api Cepat, yaitu 1) biaya tiket yang relatif mahal, 2) angkutan lanjutan yang belum terintegrasi dengan baik, 3) kebutuhan lahan yang luas.
Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan menggunakan literatur studi terkait tersedianya layanan angkutan lanjutan dari Kereta Cepat Jakarta-Bandung, dan teknik analisis data yang digunakan analisis SWOT dalam menentukan strategi. Tujuan penelitian adalah menganalisis strategi penyediaan layanan angkutan lanjutan kereta cepat Jakarta-Bandung. Strategi yang digunakan yaitu 1) Mengembangkan Transit Oriented Development di daerah yang dilalui kereta cepat, 2) Menambah rangkaian stamformasi kereta cepat, 3) Membuka lapangan kerja dengan adanya industri komponen kereta api dalam negeri, 4) membuat skybridge sebagai tempat tenat sebagai tempat wisata di wilayah Jakarta-Bandung, 5) Menawarkan tarif khusus untuk kelompok tertentu, seperti pelajar, mahasiswa, dan karyawan, 6) Menyediakan angkutan feeder dengan jumlah yang cukup, 7) Menambah jumlah sarana maupun kapasitas angkut kereta cepat Jakarta-Bandung, 8) Menetapkan kebijakan lebih berpihak kepada angkutan berbasis rel, 9) Memberikan subsidi kepada masyarakat terutama pada jam sibuk (peak hours), 10) Meningkatkan keterjangkauan angkutan lanjutan kereta cepat Jakarta-Bandung, baik dari segi harga maupun lokasi, 11) Melakukan penyediaan lahan yang cukup sesuai kemampuan anggaran Pemerintah, 12) Melakukan promosi terkait efisiensi penggunaan kereta api cepat
Unduhan
Referensi
Antaranews.com. (2023). Akses Menuju Stasiun Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Antara. http://www.nber.org/papers/w16019
Chairunisa. (2022). Contoh Analisis SWOT Lengkap Cara dan Manfaatnya. DailySocialid, 1. https://dailysocial.id/post/contoh-analisis-swot-lengkap-cara-dan-manfaatnya
Eka Oktavia, T., & Naipospos, P. (2023). Pemilihan Antara 2 Moda Feeder Kereta Cepat Jakarta Bandung dari Stasiun Padalarang. Jurnal Komposit: Jurnal Ilmu-Ilmu Teknik Sipil, 7(2), 241–249. https://doi.org/10.32832/komposit.v7i2.14512
Fichter, K. (2005). Interpreneurship. Ökologisches Wirtschaften - Fachzeitschrift, 20(2), 5–22. https://doi.org/10.14512/oew.v20i2.389
Ii, B. A. B., & Teori, L. (1933). Institut Teknologi Nasional | 10. 2005, 10–17.
Kementerian Perhubungan. (2022). Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 7 Tahun 2022 Tentang Penyelenggaraan Kereta Api Kecepatan Tinggi. Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. https://peraturan.bpk.go.id/Home/Details/226158/permenhub-no-7-tahun-2022
Kristina. (2021). Kereta Cepat Jakarta-Bandung dan Sejarah Perkembangan Kereta Indonesia. DetikEdu.
M, Steven, 2005. (2005). Pengertian Transportasi. NASPA Journal, 42(4), 1.
Mahardika, L. A. (2023). Jumlah Penumpang Kereta Cepat WHOOSH Tembus 491.000 Per 22 November 2023.
Rahayu, I. R. S., & Ika, A. (2023). KAI Ungkap Penyebab 30 Penumpang Terlambat Naik Kereta Cepat Whoosh di Padalarang.
Rahmatunnisa, S. N., Utami, A., & Nurhidayat, A. Y. (2021). Probabilitas Perpindahan Penumpang Transportasi Massal Berbasis Rel ( Studi Kasus Kereta Api Argo Parahyangan Terhadap Kereta Cepat Jakarta – Bandung). Ge-STRAM, 04(September), 91–96. https://doi.org/10.25139/jprs.v4i2.4056
Transportasi, K., Api, K., Jakarta-Bandung, C., Angkutan, M., Lingkungan, R., & Kadarisman, M. (2017). Kebijakan Transportasi Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung Dalam Mewujudkan Angkutan Ramah Lingkungan the Policy of High Speed Train Jakarta-Bandung for Environment Friendly Public Transportation. Jurnal Manajemen Transportasi & Logistik, 04(03), 251–266.
Uly, Y. A., & Djumena, E. (2023). Jumlah Penumpang Kereta Cepat Whoosh Tembus Rekor Tertinggi , KCIC Tambah 4 Perjalanan di Akhir Pekan.
Yusuf, M. F. (2022). Kereta Cepat Jakarta Bandung, Upaya Meningkatkan Kinerja Transportasi Massal di Indonesia. Setkab.Go.Id. https://setkab.go.id/kereta-cepat-jakarta-bandung-upaya-meningkatkan-kinerja-transportasi-massal-di-indonesia/
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2024 Jurnal Perkeretaapian Indonesia (Indonesian Railway Journal)

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
1. Usulan Kebijakan untuk Jurnal yang Menawarkan Akses Terbuka.
Penulis yang menerbitkan jurnal ini menyetujui persyaratan berikut:
a. Penulis memiliki hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama dengan karya yang secara simultan dilisensikan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan kepengarangan karya dan publikasi awal dalam jurnal ini.
b. Penulis dapat mengadakan perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
c. Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting pekerjaan mereka secara online (misalnya, dalam repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena dapat menyebabkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan (Lihat The Pengaruh Akses Terbuka).
2. Usulan Kebijakan untuk Jurnal yang Menawarkan Akses Terbuka Tertunda
Penulis yang menerbitkan jurnal ini menyetujui persyaratan berikut:
Penulis memiliki hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama, dengan karya [SPESIFIKASI PERIODE WAKTU] setelah publikasi secara simultan dilisensikan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan kepengarangan karya dan publikasi awal dalam hal ini jurnal.
Penulis dapat mengadakan perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting pekerjaan mereka secara online (misalnya, dalam repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena dapat menyebabkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan (Lihat Pengaruh Akses Terbuka).


