Analisa Perbandingan Efisiensi Daya Dan Kapasitas Pendinginan Antara AC Central Dan AC Split Pada Kereta Ekonomi

Penulis

  • Mariana Diah Puspitasari Akademi Perkeretaapian Indonesia Madiun , Akademi Perkeretaapian Indonesia Madiun

DOI:

https://doi.org/10.37367/jpi.v2i2.53

Kata Kunci:

pendingin, kereta api, kapasitas

Abstrak

PT KAI (Persero) tidak pernah berhenti mentransformasikan dirinya. Transformasinya sangat diperhatikan ketika PT KAI (Persero) berada di bawah wewenang Jonan Ignasius. Edi Sukmoro kemudian melanjutkan transformasi. Beberapa peningkatan kualitas layanan di setiap stasiun kereta api membutuhkan apresiasi dari berbagai aspek. Saat ini, keamanan ditingkatkan, tiket lebih mudah didapat, dan perjalanan lebih nyaman karena kereta disediakan oleh AC. Namun, mengingat biaya yang diperlukan, pemasangan AC di semua gerbong kelas bisnis dan ekonomi tidak menerapkan AC sentral tetapi membagi AC seperti yang diterapkan di rumah atau kantor. Penelitian ini untuk mengetahui pengkondisian udara yang paling efisien dalam mengonsumsi energi dalam kereta api, oleh karena itu, dilakukan. Studi ini juga menyelidiki pendingin udara yang paling efektif dalam pendinginan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensi energi pendingin udara split lebih rendah daripada pendingin udara sentral. Mengenai kapasitas pendinginan, AC sentral diproduksi oleh PT INKA yang memiliki kapasitas pendinginan lebih tinggi daripada AC split

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Diterbitkan

2018-11-20

Cara Mengutip

Puspitasari, M. D. (2018). Analisa Perbandingan Efisiensi Daya Dan Kapasitas Pendinginan Antara AC Central Dan AC Split Pada Kereta Ekonomi. Jurnal Perkeretaapian Indonesia (Indonesian Railway Journal), 2(2), 110-119. https://doi.org/10.37367/jpi.v2i2.53

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama