ANALISIS LOAD FACTOR PERJALANAN KRL COMMUTER LINE BERDASARKAN TITIK JENUH LINTAS ( STUDI KASUS LINTAS BOGOR – MANGGARAI )

ANALISIS LOAD FACTOR PERJALANAN KRL COMMUTER LINE BERDASARKAN TITIK JENUH LINTAS ( STUDI KASUS LINTAS BOGOR – MANGGARAI )

Penulis

  • Aditya Wahyu Erlangga politeknik perkeretaapian indonesia madiun , politeknik perkeretaapian indonesia madiun
  • Dedik Tri Istiantara politeknik perkeretaapian indonesia madiun , politeknik perkeretaapian indonesia madiun
  • Ikhsan Nugroho politeknik perkeretaapian indonesia madiun , politeknik perkeretaapian indonesia madiun

DOI:

https://doi.org/10.37367/jpi.v4i2.99

Kata Kunci:

titik jenuh, peak hour, off peak hour, load factor

Abstrak

Wilayah yang memiliki frekuensi penduduk terpadat di Indonesia yaitu wilayah Jabodetabek, sering terjadi kemacetan di wilayah Jabodetabek. PT KCI memberikan pelayanan perjalanan KRL di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Cikarang, Maja, Rangkasbitung. Salah satu lintas terpadat yaitu lintas Bogor – Manggarai karena banyaknya pekerja dari Bogor menuju Jakarta menggunakan transportasi KRL. Sarana KRL yang melintas pada lintas tersebut dirasa kurang karena masih banyak penumpang yang belum terangkut saat jam sibuk dan terjadi kepadatan penumpang di dalam rangkaian KRL. Maka perlu adanya penelitian mengenai load factor perjalanan KRL lintas Manggarai – Bogor KRL guna mengangkut penumpang secara aman dan nyaman. Analisis bertujuan mengetahui load factor dan titik jenuh lintas perjalanan KRL lintas Bogor – Manggarai. Analisis load factor berdasarkan titik jenuh lintas dilakukan dengan cara perhitungan headway, kapasitas lintas, kapasitas angkut lintas, dan hasil bagi dari jumlah penumpang dengan kapasitas angkut lintas. Hasil penelitian menyatakan saat peak hour perjalanan sekarang jenuh -3,44 tahun load factor sebesar 153% , perjalanan maksimal berdasarkan perjalanan awal jenuh -1,15 tahun dan load factor sebesar 115%, perjalanan stamformasi 12 menunjukkan angka kejenuhan 0,58 tahun dan load factor sebesar 93%. Saat off peak hour lintas Bogor – Manggarai perjalanan saat ini menunjukkan angka kejenuhan 2,71 tahun dan load factor sebesar 72 %, perjalanan maksimal berdasarkan perjalanan awal, menunjukkan angka 5,1 tahun dan load factor sebesar 53%, perjalanan stamformasi 12 menunjukkan angka kejenuhan 6,76 tahun dan load factor 43%.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

Pemerintah Republik Indonesia. (2007). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23. 2007 Tentang Perkeretaapian. Jakarta : Presiden Republik Indonesia

Pemerintah Republik Indonesia. (2011) Peraturan Pemerintah Nomor 35. 2011. Tata Cara dan Standar Pembuatan Grafik Perjalanan Kereta Api. Jakarta: Presiden Republik Indonesia

Pemerintah Republik Indonesia Peraturan Pemerintah Nomor 72. 2009. Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api. Jakarta: Presiden Republik Indonesia

Direktorat Jenderal Perhubungan Darat SK.687/AJ.206/DRJD/2002. Pedoman Teknis Penyelenggaraan Angkutan Umum Di Wilayah Perkotaan Dalam Trayek Tetap Dan Teratur. Direktorat Perhubungan Darat.

PT. Kereta Api Indonesia. Peraturan Dinas 16B Tentang Dinas Kereta Rel Listrik. Bandung

Supriadi, Uned. 2008. Kapasitas Lintas dan Permasalahannya. Bandung

Supriadi, Uned. 2008. Pokok-Pokok Grafik Perjalanan Kereta Api. Bandung

Kamaluddin, Rustian. 2003. Ekonomi Transportasi. Jakarta : Ghalia Indonesia

Akademi Perkeretaapian Indonesia. (2014). Perencanaan Perjalanan kereta Api II. Madiun: Akademi Perkeretaapian Indonesia

Putri, La Reyza Kirana. 2018. Analisis Titik Jenuh Kapasitas Lintas Tanah Abang-Rangkasbitung Ditinjau Dari Pertumbuhan Jumlah Penumpang. Api Madiun : Madiun

Poerwadarminto, W.J.S. 1976. Kamus Umum bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Hoeve, I. B. V. 1990. Ensiklopedi Indonesia, seri geografi. Jakarta : Intermasa

Mustikarani Wini, Suherdiyanto. 2016. Analisis Faktor-Faktor Penyebab Kemacetan Lalu Lintas Di Sepanjang Jalan H Rais A Rahman (Sui Jawi) Kota Pontianak. Jurnal Edukasi.

Warpani, Swarjoko. (1990). “Merencanakan Sistem Perangkutan”. Bandung: Penerbit ITB.

Profillidis, V. A. 2000, Railway Engineering. Ashgate

Timboeleng A. James, Kaseke H. Oscar. 2015. Analisa Biaya Transportasi Angkutan Umum Dalam Kota Manado Akibat Kemacetan Lalu Lintas (Studi Kasus: Angkutan Umum Trayek Pusat Kota 45-Malalayang). Jurnal Sipil Statik.

Association of American Railroads (AAR). 2007. National Rail Freight Infrastructure Capacity and Investment Study. Massachusetts: Cambridge Systematics, Inc

Esveld, C., 2001. Modern Railway Track. MRT Press. The Netherlands

Wiarco Yuwono. 2014. Tinjauan Atas Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Kapasitas Jalur Kereta Api. Jurnal Transportasi.

Tamin, Ofyar Z. (2000). Perencanaan dan Pemodelan Transportasi. Bandung: Penerbit ITB.

Anggraini, Devita. 2014. Analisis Faktor Muat Bus Trans Metro Pekanbaru Koridor Terminal Bandar Raya Payung Sekaki- Kulim. Pekanbaru

Unduhan

Diterbitkan

2020-12-15

Cara Mengutip

Erlangga, A. W., Istiantara, D. T., & Nugroho, I. (2020). ANALISIS LOAD FACTOR PERJALANAN KRL COMMUTER LINE BERDASARKAN TITIK JENUH LINTAS ( STUDI KASUS LINTAS BOGOR – MANGGARAI ): ANALISIS LOAD FACTOR PERJALANAN KRL COMMUTER LINE BERDASARKAN TITIK JENUH LINTAS ( STUDI KASUS LINTAS BOGOR – MANGGARAI ). Jurnal Perkeretaapian Indonesia (Indonesian Railway Journal), 4(2), 80-86. https://doi.org/10.37367/jpi.v4i2.99

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama