PERAN PESANTREN DAN KELUARGA DALAM MEMBENTUK PERSEPSI KESETARAAN GENDER PADA SANTRI
DOI:
https://doi.org/10.37367/jpm.v5i1.432Kata Kunci:
pesantren, keluarga, kesetaraan genderAbstrak
Tujuan dari penelitian ini untuk menyelidiki bagaimana peran gender terbentuk dalam keluarga, yang merupakan lingkungan awal seseorang, dan bagaimana pesantren sebagai lembaga pendidikan agama dapat mengajarkan santri tentang kesetaraan gender. Dengan menawarkan saran untuk meningkatan kerjasama keduanya dalam membangun santriwati yang lebih inklusif dan adil gender, artikel ini juga bertujuan untuk mengevaluasi bagaimana keluarga dan pesantren berinteraksi untuk mengajarkan kesadaran gender yang adil dan setara. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pendekatan kajian literatur untuk memperkuat materi yang disampaikan. Beberapa sumber literatur yang relevan, seperti buku, artikel jurnal, dan laporan penelitian yang dapat diakses melalui basis data ilmiah. Selain keluarga, pondok pesantren lembaga pendidikan Islam memiliki tanggung jawab besar bersama keluarga dalam mendidik generasi yang tidak hanya berilmu agama, tetapi juga berwawasan sosial, seperti kesetaraan gender. Terkait hal ini, santriwati kelas 2 Mts mengikuti kegiatan pembelajaran dan penguatan konsep keadilan gender di Pondok pesantren Al-Husna Samarinda. Pondok pesantren ini memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh santriwati, tanpa memandang jenis kelamin, untuk belajar, sehingga tercipta suasana belajar yang inklusif. Indikator spesifik yang di terapkan pada Pondok Pesantren al-Husna adalah dengan menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman, seperti halnya lingkungan Pesantren memiliki penjaga keamaan didepan pintu masuk, hal itu dihadirkan guna untuk keamanan para santriwati. Selain itu dalam hal kenyamanan, fasilitas belajar dan fasilitas untuk meningkatkan spritualitas mereka cukup memadai dan membuat mereka dapat menjalani pembelajaran dan aktifitas sehari-hari secara nyaman. Tanpa dibatasi oleh prakonsepsi gender, santriwati didorong untuk mencapai potensi penuh mereka dan bimbing dalam memahami hak dan tanggung jawab mereka. Pesantren berupaya menanamkan nilai-nilai seperti pembagian tanggung jawab yang adil dalam kegiatan sehari-hari. Di Indonesia, pandangan tradisional masih memengaruhi peran gender tetapi di bidang pendidikan, khususnya di pondok pesantren seperti Al-Husna di Samarinda, memainkan peran penting dalam mengajarkan kesetaraan. Dengan kurikulum yang mengintegrasikan pendidikan agama dan umum, serta dukungan keluarga, pesantren dapat menanamkan nilai-nilai keadilan dan kesetaraan gender. Memahami perbedaan gender dan seks membantu mencegah stereotip, membangun keberagaman, dan menciptakan generasi yang menghargai kesetaraan.
Referensi
Aina, O. A & Fashola, O. (2023). Gender equality in Islamic education: Challenges and prospects in contemporary Nigerian society. International Journal of Educational Development.
Aini, K. (2024). Pendidikan Kesetaraan Gender dalam Pengasuhan Anak Sebuah Analisis dari Perspektif Islam. Ummul Qura Jurnal Institut Pesantren Sunan Drajat (INSUD) Lamongan, 19(1), 46–57. https://doi.org/10.55352/uq.v19i1.864.
Ainiyah, N., Hidayat, D., Harun, F. A., Kirani, L. N., & Zahroh, S. P. (2025). The Role of Islamic Boarding Schools in Fostering the Independence of New Santri at the Nurul Iman Islamic Boarding School in Bandung. Al-Afkar, Journal For Islamic Studies, 8(1), 65–76.
Al-Mahmoud, S. A. (2023). Gender equity in Islamic education: An evolving paradigm in contemporary Muslim communities. Journal of Islamic Education Research, 15(2), 187–202.
Anggraeni, D., Muzayyanah, F., & Irfanullah, G. (2023). Pola Kepemimpinan Nyai Masriyah Amva terhadap Resiliensi Pesantren di Era Pendemi Covid -19. Hayula: Indonesian Journal of Multidisciplinary Islamic Studies, 7(1), 107–124. https://doi.org/10.21009/hayula.007.01.07.
Ani Rosidah & Farida Isroani. (2023). Pengembangan kurikulum dan pembelajaran. LovRinz Publishing.
Artaria, M. D. (2016). Dasar biologis variasi jenis kelamin, gender, dan orientasi seksual. Jurnal BioKultur, 5(2), 157–165.
Davies, S. G. (2018). Keberagaman Gender di Indonesia. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
Drajat, M. (2018). Sejarah Madrasah di Indonesia. Al-Afkar, Journal For Islamic Studies, 1(1), 192–206. https://doi.org/10.31943/afkar_journal.v1i1.17.
Efendy, R. (2014). Kesetaraan Gender Dalam Pendidikan. AL-MAIYYAH: Media Transformasi Gender Dalam Paradigma Sosial Keagamaan, 7(2), 142–165.
Febrianty, N. D. (2024). Sistem Pengelolaan Wakaf Produktif untuk Penguatan Kemandirian Ekonomi Pesantren. 5(1), 28–39.
Hana, S. D., & M, I. (2023). Manajemen Kurikulum Pembelajaran Pondok Pesantren Dalam Menghadapi Tantangan Era Globalisasi (Studi Terhadap Manajemen Kurikulum Pembelajaran Pondok Pesantren Baitur Rahman Kecamatan Batang Onang Kabupaten Padang Lawas Utara). Innovative: Journal Of Social Science Research, 3(2), 13369–13381.
Handayani, T. S. (2017). Konsep dan teknik penelitian gender. UMMPress.
Hidayat, A., & Wahib, E. (1970). Kebijakan Pesantren Mu’adalah dan Implementasi Kurikulum di Madrasah Aliyah Salafiyah Pondok Tremas Pacitan. Jurnal Pendidikan Islam, 3(1), 183. https://doi.org/10.14421/jpi.2014.31.183-201.
Indrawasih, R., & Pradipta, L. (2021). Pergerakan Sosial Perempuan Pesisir dalam Memperjuangkan Hak Asasi Manusia dan Kesetaraan Gender. Satwika : Kajian Ilmu Budaya Dan Perubahan Sosial, 5(1), 105–117. https://doi.org/10.22219/satwika.v5i1.15537.
Kamil Sahri, I., & Hidayah, L. (2020). Kesetaraan Gender di Pesantren NU: Sebuah Telaah atas single sex Classroom di Pendidikan Diniyah Formal Ulya Pondok Pesantren Al Fithrah Surabaya. Journal of Nahdlatul Ulama Studies, 1(1), 67–105. https://doi.org/10.35672/jnus.v1i1.67-105.
Karimullah, S. S. (2023). THE ROLE OF ISLAMIC EDUCATION IN PROMOTING WOMEN’S EMPOWERMENT. Jurnal Tarbiyatuna: Jurnal Kajian Pendidikan, Pemikiran Dan Pengembangan Pendidikan Islam, 4(2), 1–15.
Kartini, Maulana, A., Asep. (2019). REDEFINISI GENDER DAN SEKS. An-Nisa Journal of Gender Studies, 12, No 2, 217–239. https://doi.org/10.35719/annisa.v12i2.18.
Khan, H & Shah, M. (2022). Promoting gender equality in religious educational institutions: A comparative study of Islamic schools and their approaches to gender norms. Gender and Education, 34(3), 245–262.
Korte, A.-M. (2023). Introduction to the Special Issue “Contested Conversions.” Religion and Gender, 13(2), 97–113.
Mansor, Nawi, N. A., Noor Hisham Md. (2021). INTERAKSI AL-QURAN TENTANG KONSEP GENDER. Univesiti Malaysai Pahang 2021, 6. https://doi.org/10.15282/ijhtc.v6i(S2).6254.
Ramdhanu, Sunarya, C., Yaya, Nurhudaya. (2019). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Identitas Diri. 3 (1), 7–17.
Rasyid, H., Nabila, A. S., Idris, N. A., Arimbi, S. N., Rahmadani, S., Ramadhani, F., Ferawaty, F., Hilda, H., & Muis, Andi. A. (2023). Hakikat Manusia Dalam Pandangan Islam: Kesejahteraan dan Kesetaraan. At-Tuhfah, 12(2), 1–14. https://doi.org/10.32665/attuhfah.v12i2.2488.
Syukron Mahbub. (2022). Pendidikan Keluarga Berwawasan Gender Dalam Persfektif Islam. Musãwa Jurnal Studi Gender Dan Islam, 21(1), 65–80. https://doi.org/10.14421/musawa.2022.211.65-80.
Zain, R & Ahmad, M. S. (2023). Breaking traditional gender roles: The impact of family and community on young Muslim women’s educational choices in Southeast Asia. Journal of Social Science and Gender Studies, 19(1), 42–58.
Zain, S. H. W., Wilis, E., Syarkani, & Sari, H. P. (2024). Peran Pendidikan Islam dalam Pembentukan Karakter Masyarakat Berbasis Nilai-Nilai Al-Qur’an dan Hadis. IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam, 2(4), 199–215. https://doi.org/10.61104/ihsan.v2i4.365.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Lharasati Dewi, Kusniatul Anjani, Niken Dwi Nurainy, Haniatul Husna, Gefira Nur Fatimah

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.






