Perencanaan Jalur Kereta Api Lintas Kamal-Suramadu Dengan Global Mapper dan Autocad Civil 3dD
DOI:
https://doi.org/10.37367/jpi.v7i2.309Kata Kunci:
Jalur Kereta Api, Trase, Geometri Jalan Rel, Volume Galian dan Timbunan, Komponen Jalan Rel, Global Mapper, Civil 3DAbstrak
Pengembangan jaringan perkeretaapian di Madura berupa reaktivasi jalur lama dan pembangunan jalur baru, seperti yang tercantum pada Rencana Induk Perkeretaapian Nasional (RIPNas) dan KP No. 2128 Tahun 2018. Penelitian ini akan berfokus pada perencanaan reaktivasi jalur kereta api lintas Kamal-Bangkalan-Suramadu, dengan tujuan untuk mendorong pembangunan jalan rel di Pulau Madura, yang dapat meningkatkan perekonomian dan mobilitas Masyarakat Madura. Perencananaan jalan rel Kamal-Suramadu akan mengacu pada PM no. 11 tahun 2012 dan PM no 60 tahun 2012, serta dengan menggunakan software Global Mapper dan Civil 3D. Sebagian besar dari jalur kereta api eksisting di Bangkalan-Kamal telah dimanfaatkan sebagai pemukiman atau pemerintahan yang padat penduduk (54%), pemukiman dengan kepadatan sedang (24%), dan lahan persawahan atau lahan kosong (22%). Jalur kereta api eksisting menggunakan single track dengan lebar spoor 1067mm dan rel jenis R25. Trase terpilih adalah alternatif trase ke 2 dengan panjang 31.152 meter dan membutuhkan lahan seluas 566.266 m2 untuk pembangunannya. Perencanaan alinyemen horizontal menghasilkan 7 lengkung horizontal dengan radius 1100 m (lengkung 1, 2, dan 7), 800 m (lengkung 3 dan 5), dan 950 m (lengkung 4 dan 6). Pekerjaan galian dan timbunan dengan volume kumulatif galian tanah sebesar 2.399.262,85 m3, dan volume kumulatif timbunan tanah sebesar 891.563,7 m3. Komponen jalan rel yang dibutuhkan mencakup 51,921 buah bantalan beton, 207.684 buah penambat pendrol e-clip, 2.493 batang rel R54, 48.286 m3 balas, dan 59.812 m3 subbalas.
Unduhan
Referensi
G. Satrio, M. Z. Arifin, M. Z. Arifin, A. Wicaksono, and A. Wicaksono, “Kajian Potensi Penumpang Angkutan Kereta Api Lintas Madura (Bangkalan–Sumenep PP) dengan Menggunakan Metode Stated Preference,” Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil, vol. 1, no. 2, p. pp-765, 2014.
Kementerian Perhubungan Ditjen Perkeretaapian, “Rencana Induk Perkeretaapian Nasional (PM No.43 Tahun 2011),” Rencana Induk Perkeretaapian Nasional, no. 8, 2011.
M. Z. Muttaqin, “Perancangan Geometri Jalan Rel Kamal-Pelabuhan Tanjung Bulupandan Di Madura,” Railway Engineering, p. 205, 2018.
S. Hapsoro Tri Utomo, Jalan Rel. 2009.
Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, “Peraturan Menteri Perhubungan No. 11 Tahun 2012 Tentang Tata Cara Penetapan Trase Jalur Kereta Api,” Kemenhub RI, 2012.
D. A. Nuswanti, Moch. Z. Mahendra, and A. Aghastya, “Planning Reactivation Train for Kedungjati – Tuntang Using Google Earth, Global Mapper, and AutoCAD Civil 3D,” vol. 193, no. Istsdc 2019, pp. 57–62, 2020, doi: 10.2991/aer.k.200220.012.
H. Surakim, Konstruksi Jalan Rel dan Keselamatan Perjalanan Kereta Api. Badan Standardisasi Nasional, 2014.
W. A. Azis, “PERENCANAAN GEOMETRI JALAN REL BERDASARKAN TRASE TERPILIH LINTAS DOLOPO - SURODIKRAMAN Kereta Api Koridor Magelang hingga Ambarawamenggunakan metode Pendekatan,” pp. 23–24, 2020.
Kementerian Perhubungan, “PM No. 60 Tahun 2012,” PM. 60 Tahun 2012, pp. 1–57, 2012.
S. A. P. Rosyidi, Rekayasa Jalan Kereta Api. 2013.
A. W. Yudha, A. Aghastya, and W. T. Adi, “PERENCANAAN REAKTIVASI JALUR KERETA API LINTAS MADIUN - DOLOPO Judul : Perencanaan Reaktivasi Jalur kereta api Kedungjati – Tuntang Menggunakan Google,” no. 60, pp. 23–24, 2020.
R. M. Khiuruddin, “Perencanaan Revitalisasi Jalur Kereta Api Lintas Semarang – Demak,” pp. 1–11, 2017.
S. W. Astuti, AA. B. Oka, and A. Soimun, “Pemilihan Alternatif Trase Kereta Api Di Kabupaten Bangkalan Menggunakan Metode Ahp,” Jurnal Perkeretaapian Indonesia, vol. 3, no. 2, pp. 125–132, 2019, doi: 10.37367/jpi.v3i2.117.
A. Dhaniswara et al., “Analisis Teknis Jalur Kereta Api Perkotaan Tempel-Yogyakarta-Samas” Prosiding Simposium Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi ke-24 Universitas Indonesia-Universitas Pembangunan Jaya, 2021.
Menteri Perhubungan Republik Indonesia, “Peraturan Dinas No 10 tentang Perencanaan Konstruksi Jalan Rel,” pp. 1–62, 1986.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2023 Jurnal Perkeretaapian Indonesia (Indonesian Railway Journal)

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
1. Usulan Kebijakan untuk Jurnal yang Menawarkan Akses Terbuka.
Penulis yang menerbitkan jurnal ini menyetujui persyaratan berikut:
a. Penulis memiliki hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama dengan karya yang secara simultan dilisensikan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan kepengarangan karya dan publikasi awal dalam jurnal ini.
b. Penulis dapat mengadakan perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
c. Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting pekerjaan mereka secara online (misalnya, dalam repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena dapat menyebabkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan (Lihat The Pengaruh Akses Terbuka).
2. Usulan Kebijakan untuk Jurnal yang Menawarkan Akses Terbuka Tertunda
Penulis yang menerbitkan jurnal ini menyetujui persyaratan berikut:
Penulis memiliki hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama, dengan karya [SPESIFIKASI PERIODE WAKTU] setelah publikasi secara simultan dilisensikan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan kepengarangan karya dan publikasi awal dalam hal ini jurnal.
Penulis dapat mengadakan perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting pekerjaan mereka secara online (misalnya, dalam repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena dapat menyebabkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan (Lihat Pengaruh Akses Terbuka).


