Kajian Umur Jalan Rel Berdasarkan Keausan dengan Metode dari AREA dan Perjana
DOI:
https://doi.org/10.37367/jpi.v3i2.84Kata Kunci:
jalan rel, keausan, umur jalanrel, AREA, PERJANAAbstrak
Penentuan usia layan rel merupakan hal yang penting untuk dilakukan untuk menghindari terjadinya kerusakan rel yang fatal. Estimasi usia layan komponen rel dapat ditinjau berdasarkan faktor keausan. Tulisan ini mencoba menghitung dan membandingkan usia layan rel berdasarkan rumus perhitungan keausan rel dengan metode AREMA yang menggunakan formula empiris dari Hay dan menggunakan metode PT KAI. Hasil menunjukkan nilai yang bervariasi untuk berbagai koridor yang ada pada lintas wilayah operasi Madiun, sesuai dengan spesifikasi jalan rel, beban lintas, dan geometri jalan rel. Namun demikian, perbandingan terhadap kondisi eksisting jalan rel belum bisa dilakukan karena adanya keterbatasan data hasil pengujian terhadap jalan rel yang dioperasikan.
Unduhan
Referensi
Fadhila, M.N. “Buku 2A Rencana Perawatan Tahunan Jalan Rel.” Bandung. 2012.
Fadhila, M.N. “Buku 6A Rencana Perawatan Tahunan Jalan Rel.” Bandung. 2012.
Kerr, M. (2012). Rail Defects Handbook. Australia: RailCorp, NSW.
Popp, K. d. (2003). System Dynamics and Longterm Behaviour Railway Track. New York: Springer-Verlag Berlin Heidelberg.
Priyanto, S.S., dkk. (2016). Peraturan Dinas 10A Perawatan Jalan Rel dengan Lebar 1067 mm. Bandung: PT. Kereta Api Indonesia.
Rosyidi, S. A. (2015). Rekayasa Jalan Kereta Api. Yogyakarta: LP3M Universitas Muhamadiyah Yogyakarta.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
1. Usulan Kebijakan untuk Jurnal yang Menawarkan Akses Terbuka.
Penulis yang menerbitkan jurnal ini menyetujui persyaratan berikut:
a. Penulis memiliki hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama dengan karya yang secara simultan dilisensikan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan kepengarangan karya dan publikasi awal dalam jurnal ini.
b. Penulis dapat mengadakan perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
c. Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting pekerjaan mereka secara online (misalnya, dalam repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena dapat menyebabkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan (Lihat The Pengaruh Akses Terbuka).
2. Usulan Kebijakan untuk Jurnal yang Menawarkan Akses Terbuka Tertunda
Penulis yang menerbitkan jurnal ini menyetujui persyaratan berikut:
Penulis memiliki hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama, dengan karya [SPESIFIKASI PERIODE WAKTU] setelah publikasi secara simultan dilisensikan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan kepengarangan karya dan publikasi awal dalam hal ini jurnal.
Penulis dapat mengadakan perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting pekerjaan mereka secara online (misalnya, dalam repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena dapat menyebabkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan (Lihat Pengaruh Akses Terbuka).


