Material Hibrid Komposit Nilon-Rami-Epoksi Untuk Roda Lori Inspeksi
DOI:
https://doi.org/10.37367/jpi.v7i1.223Kata Kunci:
hybrid komposit, roda lori, serat nilon, serat rami.Abstrak
Bahan pembuat roda telah menggunakan berbagai jenis bahan mulai dari menggunakan logam dan karet. Bahkan sekarang untuk mendapatkan bahan yang kuat dan ringan mulai berkembang roda dengan bahan dasar komposit. Dalam perancangan roda lori inspeksi berbahan komposit ini harus diperhitungkan dengan baik supaya tidak terjadi anjlok maupun selip saat berjalan dan sesuai dengan syarat utama lori yang mudah untuk diangkat dan dipindahkan. Pembuatan roda berbahan komposit masih jarang ditemui di dunia perkeretaapian. Pembuatan roda lori inspeksi berbahan komposit ini menggunakan serat nilon dan serat rami sebagai penguat dan resin epoksi sebagai matriksnya. Penelitian ini dilakukan untuk mengurangi beban lori inspeksi generasi ketiga yang awalnya menggunakan roda berbahan besi cor nodular. Metode pembuatan roda lori inspeksi berbahan komposit ini menggunakan metode hand lay-up. Langkah awal yang dilakukan pada penelitian ini adalah perancangan desain, penentuan bahan, melakukan pengujian kuat tarik diametral dengan standar spesimen ASTM D695, dan terakhir pembuatan roda komposit untuk dilakukannya uji lintas di rel PPI Madiun. Dari hasil pengujian kuat tarik diametral yang dilakukan diperoleh spesimen yang memiliki nilai kuat tarik diametral tertinggi yaitu sampel 1B sebesar 76,88 MPa dan kekuatan terendah adalah pada sampel 2B dengan kekuatan tarik sebesar 22,73 MPa. Uji fungsi pada track lurus, wesel, perlintasan sebidang dan jalur lengkung dapat berjalan dengan lancar tanpa terjadi peristiwa anjlokan. Uji kebisingan roda berbahan komposit memiliki tingkat kebisingan lebih rendah dibanding dengan roda lori yang menggunakan besi cor nodular.
Unduhan
Referensi
Atmaja, D. S., dan Prasetya, H. W. (2020). Prototipe Lori Inspeksi Elektrik Bertenaga Surya (Lori Ppi E-2000 Generasi 3). Jurnal Perkeretaapian Indonesia (Indonesian Railway Journal), 4(2), 105–113.
Bale, J. S., Bunganaen, W., & Almet, O. L. (2016). Analisa Kekuatan Tarik Komposit Nylon-Polyester dengan Variasi Fraksi Volume Serat. LONTAR Jurnal Teknik 03(01), 43–46.
Banowati, L., Hartopo, H., Octariyus, G., & Suprihanto, J. (2020). Analisis Perbandingan Kekuatan Tarik Komposit Rami/Epoksi Dan Hibrid Rami E-Glass/Epoksi. Indept, 9(1), 80–89.
Hasanah, U., dan Muslimin (2020). Pengaruh Tekanan Compression Moulding Terhadap Kinerja Pelat Bipolar Komposit Grafit/Resin Epoksi Komposisi 20% Karbon Tempurung Kelapa. Jurnal Mekanik Terapan, Vol. 01, No. 01, 71-80.
Hasratiningsih, Z., Karlina, E., & Primasari, V. S. (2015). Analisis Kekuatan Tarik Diametral Resin Komposit Olahan Sendiri Dengan Filler Hidroksiapatit dari Tulang Ikan Air Tawar. Jurnal Material Kedokteran Gigi, Vol. 4 (1), 15-19.
Insyirohiyah, Y. (2020). Kekuatan Tarik Diametral Resin Modified Glass Ionomer Cements Setelah Ditambah Hidroksiapatit 2%, 5% Dan 8% Berat dari Sisik Ikan Nila (Oreochromis Niloticus), Universitas Sumatera Utara.
Prasetya, H. W., Atmaja, D. S., & Perwira D. A. (2022). Material Komposit Laminasi Serat Karbon-Nylon Dengan Additive Aluminum Powder Untuk Body Lori. Jurnal Penelitian Sekolah Tinggi Transportasi Darat, Vol. 13, No. 2, 30-37.
Safitri, I., Lumbantoruan, P., & Setiawan A. A. (2021). Pembuatan Komposit Sebagai Bahan Peredam Bunyi. Jurnal Penelitian Fisika dan Terapannya, Vol. 2, No. 2, 66-75.
Sari, H. S. (2018). Material Teknik. Deepublish. Yogyakarta.
Sari, N. H., & Sinarep. (2011). Analisa Kekuatan Bending Komposit Epoxy Dengan Penguatan Serat Nilon. Dinamika Teknik Mesin, 1(1).
Setiawan, A., Daryono, & Prihantoro T. (2021). Pengaruh Sifat Mekanik dari Fraksi Volume Komposit Berpenguat Serat Tandan Kosong Kelapa Sawit. Turbo, Vol. 10, No. 2.
Surakim, H., (2014). Konstruksi Jalan Rel Dan Keselamatan Perjalanan Kereta Api. Nuansa Cendekia. Bandung.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2023 Jurnal Perkeretaapian Indonesia (Indonesian Railway Journal)

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
1. Usulan Kebijakan untuk Jurnal yang Menawarkan Akses Terbuka.
Penulis yang menerbitkan jurnal ini menyetujui persyaratan berikut:
a. Penulis memiliki hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama dengan karya yang secara simultan dilisensikan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan kepengarangan karya dan publikasi awal dalam jurnal ini.
b. Penulis dapat mengadakan perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
c. Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting pekerjaan mereka secara online (misalnya, dalam repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena dapat menyebabkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan (Lihat The Pengaruh Akses Terbuka).
2. Usulan Kebijakan untuk Jurnal yang Menawarkan Akses Terbuka Tertunda
Penulis yang menerbitkan jurnal ini menyetujui persyaratan berikut:
Penulis memiliki hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama, dengan karya [SPESIFIKASI PERIODE WAKTU] setelah publikasi secara simultan dilisensikan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan kepengarangan karya dan publikasi awal dalam hal ini jurnal.
Penulis dapat mengadakan perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting pekerjaan mereka secara online (misalnya, dalam repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena dapat menyebabkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan (Lihat Pengaruh Akses Terbuka).


