Pengaruh Variasi Suhu Preheat Pengelasan GMAW terhadap Sifat Mekanik dan Metalografi Baja S355J2 pada Container Flat Top Wagon 50 Feet
DOI:
https://doi.org/10.37367/jpi.v9i2.543Kata Kunci:
Baja S355J2, Preheat, Pengelasan GMAW, Sifat Mekanik, SuhuAbstrak
Penelitian ini dilatarbelakangi hasil observasi pada proses produksi gerbong datar Container Flat Top Wagon 50 Feet di
PT INKA (persero) sebelum dilakukan pengelasan GMAW pada material, dilakukan preheat yang terindentifikasi
permasalahan. Permasalahan penelitian ini adalah parameter suhu preheat yang tidak tentu berdampak distorsi pada
material sehingga mempengaruhi sifat mekanik material. Solusi permasalahan ini dilakukan penelitian yang menentukan
pengaruh parameter suhu preheat yang paling sesuai untuk Process Instruction (PI). Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis dan menentukan temperatur preheat yang sesuai untuk produksi gerbong datar Container Flat Top Wagon
50 Feet di PT INKA (persero). Metode penelitian ini adalah metode eksperimental kuantitatif, objek penelitian ini adalah
material baja S355J2 yang dilakukan preheat dengan variasi suhu preheat 200-225°C, 300-325°C dan non-preheat
dengan pengelasan GMAW. Hasil penelitian ini adalah preheat suhu 300-325°C menghasilkan nilai kekuatan tarik dan
kekerasan tertinggi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah peningkatan temperatur preheat menghasilkan kekuatan tarik
dan kekerasan meningkat, karena presentase fasa perlit bertambah.
Unduhan
Referensi
[1] D. Wicaksono and M. N. Ilman, “Pengaruh Temperatur Preheat terhadap Distorsi dan Struktur Mikro Sambungan Las Tak Sejenis antara Baja Karbon ASTM A36 dan Baja Tahan Karat Austenitik AISI 304 Menggunakan GMAW,” Technologic, vol. 12, no. 1, Feb. 2022, doi: 10.52453/t.v12i1.306.
[2] D. H. Pratama, “Dokumen Observasi dan Identifikasi PT INKA (Persero),” PT INKA (Persero), Madiun, 2024.
[3] S. Ramadhani, B. Basyirun, R. Rusiyanto, and S. Sunyoto, “Pengaruh Variasi Temperatur Preheat Pada Pengelasan Smaw Terhadap Struktur Mikro Dan Kekerasan Baja Karbon SS400,” J. Din. Vokasional Tek. Mesin, vol. 7, no. 1, pp. 12–20, Apr. 2022, doi: 10.21831/dinamika.v7i1.46929.
[4] M. S. Shaikh, M. S. Shajib, M. A. Kader, D. Mondal, and Md. A. Islam, “Effect of Preheating on Microstructure and Mechanical Properties in Mild Steel Arc Weld Joints,” Int. J. Automot. Mech. Eng., vol. 22, no. 1, pp. 12133–12145, Mar. 2025, doi: 10.15282/ijame.22.1.2025.14.0931.
[5] J. F. Lancaster, Metallurgy of welding, 6. ed., Repr. Cambridge: Woodhead Publ, 2007.
[6] T. L. E. Company, “Gas Metal Arc Welding Guide”.
[7] E. Nuraliansyah, “Pengaruh Proses Preheat Dan Postheat Pada Pengelasan Gas Metal Arc Welding (Gmaw) Baja Aisi 1045,” Gorontalo J. Infrastruct. Sci. Eng., vol. 5, no. 2, p. 59, Oct. 2022, doi: 10.32662/gojise.v5i2.2354.
[8] H. Isworo, R. Subagyo, and R. N. Hidayah, “Pengaruh Variasi Temperatur Preheating Dan Kuat Arus Terhadap Uji Kekerasan Dan Struktur Mikro Hasil Pengelasan Smaw Baja,” Elem. J. Tek. MESIN, vol. 8, no. 2, pp. 141–148, Aug. 2022, doi: 10.34128/je.v8i2.172.
[9] C. Pramono and M. Eng, “Material Teknik”.
[10] D. Brandon and W. D. Kaplan, “Microstructural Characterization of Materials”.
[11] A. Fazadima, H. Pratikno, and H. Ikhwani, “Analisis Pengaruh Variasi Heat Input terhadap Uji Impact, Uji Metalografi, dan Laju Korosi pada Pengelasan SMAW Sambungan Pelat Baja A36 dengan Baja Structural Steel 400 (SS400),” J. Tek. ITS, vol. 11, no. 3, pp. G38–G43, Dec. 2022, doi: 10.12962/j23373539.v11i3.88068.
[12] H. Isworo, R. Subagyo, and R. N. Hidayah, “Pengaruh Variasi Temperatur Preheating dan Kuat Arus Terhadap Uji Kekerasan dan Struktur Mikro Hasil Pengelasan SMAW Baja,” Elem. J. Tek. MESIN, vol. 8, no. 2, pp. 141–148, Aug. 2022, doi: 10.34128/je.v8i2.172.
[13] S. Kou, Welding metallurgy, 2nd ed. Hoboken, N.J: Wiley-Interscience, 2003. doi: 10.1002/0471434027.
[14] A. Rifaldi, A. U. Ryadin, and A. R. Hakim, “Pengaruh Suhu Preheating Terhadap Kekuatan Tarik dan Kekerasan Pelat Baja ASTM A36 Pada Pengelasan Shielded Metal Arc Welding (SMAW),” SIGMA Tek., vol. 4, no. 1, pp. 81–90, June 2021, doi: 10.33373/sigmateknika.v4i1.3216.
[15] J. F. Lancaster, Metallurgy of welding, 6. ed., Repr. Cambridge: Woodhead Publ, 2007.
[16] R. Sandy, “Pengaruh Preheat, Reheating, dan Kecepatan Pengelasan Gas Metal Arc Welding (GMAW) Baja AISI 1050 Terhadap Nilai Kekerasan,” J. Tek. Mesin, no. 1, 2022.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Perkeretaapian Indonesia (Indonesian Railway Journal)

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
1. Usulan Kebijakan untuk Jurnal yang Menawarkan Akses Terbuka.
Penulis yang menerbitkan jurnal ini menyetujui persyaratan berikut:
a. Penulis memiliki hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama dengan karya yang secara simultan dilisensikan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan kepengarangan karya dan publikasi awal dalam jurnal ini.
b. Penulis dapat mengadakan perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
c. Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting pekerjaan mereka secara online (misalnya, dalam repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena dapat menyebabkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan (Lihat The Pengaruh Akses Terbuka).
2. Usulan Kebijakan untuk Jurnal yang Menawarkan Akses Terbuka Tertunda
Penulis yang menerbitkan jurnal ini menyetujui persyaratan berikut:
Penulis memiliki hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama, dengan karya [SPESIFIKASI PERIODE WAKTU] setelah publikasi secara simultan dilisensikan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan kepengarangan karya dan publikasi awal dalam hal ini jurnal.
Penulis dapat mengadakan perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting pekerjaan mereka secara online (misalnya, dalam repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena dapat menyebabkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan (Lihat Pengaruh Akses Terbuka).


