Analysis of the Distribution of Train Noise Levels on the Winongo Double Track Railroad, Madiun City
DOI:
https://doi.org/10.37367/jpi.v6i2.216Kata Kunci:
Kebisingan, KepMenLH No. 48 Tahun 1996, Mitigasi, Rel doubel track, Perumahan Graha Kirana Winongo Kota Madiun, Sound Level MeterAbstrak
Kebisingan adalah bunyi mengganggu ketika didengarkan dalam waktu lama. Baku tingkat kebisingan di perumahan berdasarkan KepMenLH No. 48 Tahun 1996 senilai 55 dB(A). Rel double track menyebabkan peningkatan operasional kereta api dan kebisingan di lingkungan sekitar. Penelitian ini dilakukan analisis tingkat kebisingan lingkungan akibat kereta api yang melintas di rel double track di Perumahan Graha Kirana Winongo Kota Madiun dengan menggunakan alat Sound Level Meter (SLM). Pengukuran dilakukan di dua titik yaitu di jarak 7,5 meter dan 21 meter. Hasil penelitian nilai rata – rata kebisingan lingkungan akibat kereta api di jarak 7,5 meter sebesar 80 dB(A) dan jarak 21 meter sebesar 75 dB(A). Nilai tersebut melebihi baku tingkat kebisingan sebesar 55 dB(A). Peneliti memberikan mitigasi berupa saran kepada warga perumahan untuk membangun noise barrier atau menanam pepohonan yang berdaun lebat, dan apabila warga akan membangun perumahan baru maka disarankan pada jarak 75 hingga 80 meter dari rel kereta api karena nilai kebisingan pada jarak tersebut kurang lebih sebesar 55 dB(A).
Unduhan
Referensi
Ahmad, F., & Margiantono, A. (2021). Analisis Kebisingan Lingkungan Pada Lintasan Kereta Api Double Track “Stasiun Alastuo – Jamus.” 23, 13.
Aji, F. Y. P. T. (2017). Analisa Kebisingan Lingkungan Akibat Kereta Api Pada Pemukiman Yang Dilewati Jalur Double Track (Doctoral dissertation, Institut Teknologi Sepuluh Nopember).
Arista, E., & SiT, S. (2017). Desain Pembuatan Barrier Guna Mengurangi Kebisingan Kereta Api Akibat Double Double Track Jalur Kereta Api Di Area Pemukiman Lintas Manggarai - Bekasi. Jurnal Perkeretaapian Indonesia, 1(2), 97-104.
[BS EN ISO 3095_2013]—Acoustics. Railway applications. Measurement of noise emitted byrailbound vehicles. (1).
Buchari. (2007). kebisingan Industri dan Hearing Conseravtion Program. Medan : USU Repository. https://doi.org/10.1016/0028-3908(95)00027-4
Concha-Barrientos, M., Campbell-Lendrum, D., & Steenland, K. (2004). Occupational noise: Assessing the burden of disease from work-related hearing impairment at national and local levels. World Health Organization.
Handoyo, R. A. (n.d.). Analisis Tingkat Kebisingan Dan Karakteristik Akustik Pada Kabin Penumpang Kereta Kfw Solo - Jogja. 63.
Hidup, K. N. L. (1996). Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 48 Tahun 1996 Tentang: Baku Tingkat Kebisingan. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup, 48.
Ikhasari, A., Wibowo, E., & Prawirasasra, M. S. (2019). Analisis Variansi Kebisingan Di Pemukiman Sekitar Rel Kereta Api Jalan Rakata Bandung Menggunakan Soundscape Berdasarkan Perbedaan Waktu. 8.
Istiantara, D. T. (2017). Analisis tingkat kebisingan stasiun kereta api (Studi Kasus di Stasiun Madiun dan Yogyakarta). Jurnal Perkeretaapian Indonesia, 1(2), 89-95.
Mahroini, Z., Kuspriyanto, D., & Kes, M. (2019). Persebaran Tingkat Kebisingan Kereta Api Dan Upaya Masyarakat Menghadapi Kebisingan Di Permukiman Rel Kereta Api Kelurahan Ketintang Gayungan Kota Surabaya. 7.
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 718/MENKES/PER/XI/1987. Tentang Kebisingan yang Berhubungan dengan Kesehatan. Jakarta: Menteri Kesehatan Republik Indonesia.
Rakhmawati, A., Ramlan, D., & Yulianto, Y. (2018). Hubunggan Intensitas Suara Mesin Produksi dan Lama Paparan Dengan Ambang Dengar Pekerja Penggiling Padi Di Desa Banjarsari Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas Tahun 2017. Buletin Kes-lingmas, 37(3), 245-257. https://doi.org/10.31983/kesling-mas.v37i.3872.
Rusjadi, D., & Palupi, M. (2011). Kajian Metode Sampling Pengukuran Kebisingan dari Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 48 Tahun 1996. Jurnal Standardisasi, 13(3), 176. https://doi.org/10.31153/js.v13i3.43.
Standar Nasional Indonesia 8427 (2017) - Pengukuran tingkat kebisingan lingkungan.
Undang - Undang Nomor 23 Tahun 2007. Tentang Perkeretaapian. Jakarta: Pemerintah Pusat
Wati, E. K. (2020). Pengukuran dan Analisis Kebisingan Permukiman Tepi Rel Kereta Listrik. STRING (Satuan Tulisan Riset dan Inovasi Teknologi), 4(3), 273. https://doi.org/10.30998/string.v4i3.5400
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2022 Jurnal Perkeretaapian Indonesia (Indonesian Railway Journal)

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
1. Usulan Kebijakan untuk Jurnal yang Menawarkan Akses Terbuka.
Penulis yang menerbitkan jurnal ini menyetujui persyaratan berikut:
a. Penulis memiliki hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama dengan karya yang secara simultan dilisensikan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan kepengarangan karya dan publikasi awal dalam jurnal ini.
b. Penulis dapat mengadakan perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
c. Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting pekerjaan mereka secara online (misalnya, dalam repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena dapat menyebabkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan (Lihat The Pengaruh Akses Terbuka).
2. Usulan Kebijakan untuk Jurnal yang Menawarkan Akses Terbuka Tertunda
Penulis yang menerbitkan jurnal ini menyetujui persyaratan berikut:
Penulis memiliki hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama, dengan karya [SPESIFIKASI PERIODE WAKTU] setelah publikasi secara simultan dilisensikan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan kepengarangan karya dan publikasi awal dalam hal ini jurnal.
Penulis dapat mengadakan perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting pekerjaan mereka secara online (misalnya, dalam repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena dapat menyebabkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan (Lihat Pengaruh Akses Terbuka).


