Anti-Collition Device (ACD) Lokomotif Diesel Electric Seri CC201 Dengan Induksi Dual Tone Multiple Frequency (DTMF)
DOI:
https://doi.org/10.37367/jpi.v2i2.51Kata Kunci:
ADC, DTMF, Microcontroller AT89S52, BreakingAbstrak
Angkutan kereta api mempunyai karakteristik dalam pola pengoperasiannya satu petak blok hanya diperbolehkan dilewati oleh satu sarana kereta api yang keselamatannya dijamin oleh sistem persinyalan perkeretaapian. Sistem persinyalan existing di Indonesia saat ini menggunakan penunjuk aspek sinyal wayside dan belum dilengkapi dengan sistem peringatan dan proteksi terhadap pelanggaran aspek sinyal tidak aman / SPAD (Signal Pass At Danger) maupun pelanggaran batas kecepatan. Untuk meningkatkan keselamatan perjalanan mutlak diperlukan peralatan pemberi peringatan kepada masinis terhadap pelanggaran aspek sinyal dan pelanggaran pembatasan kecepatan. Penelitian ini membahas tentang perhitungan profil pengereman pada lokomotif diesel electric seri CC201 dan desain prototype Anti- Collition Device (ACD) dengan menggunakan sistem induksi Audio Frekuensi (AF) dengan menggunakan pengkodean Dual Tone Multiple Frequency (DTMF) serta sistem kontrol Mikrokontroller tipe Atmel AT89S52. Berdasarkan hasil analisa jarak pengereman pada kecepatan 120 Km/jam dengan menggunakan metode minden, sensor AF dipasang pada jarak 1.168,79 meter sebelum sinyal masuk. Berdasarkan hasil pengukuran intensitas sinyal yang diterima Sensor lokomotif DTMF, sinyal yang paling besar yaitu pada jarak celah antar sensor AF dengan jarak 80 mm., sedangkan untuk tingkat pembacaan paling rendah yaitu pada jarak 120mm.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
1. Usulan Kebijakan untuk Jurnal yang Menawarkan Akses Terbuka.
Penulis yang menerbitkan jurnal ini menyetujui persyaratan berikut:
a. Penulis memiliki hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama dengan karya yang secara simultan dilisensikan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan kepengarangan karya dan publikasi awal dalam jurnal ini.
b. Penulis dapat mengadakan perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
c. Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting pekerjaan mereka secara online (misalnya, dalam repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena dapat menyebabkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan (Lihat The Pengaruh Akses Terbuka).
2. Usulan Kebijakan untuk Jurnal yang Menawarkan Akses Terbuka Tertunda
Penulis yang menerbitkan jurnal ini menyetujui persyaratan berikut:
Penulis memiliki hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama, dengan karya [SPESIFIKASI PERIODE WAKTU] setelah publikasi secara simultan dilisensikan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan kepengarangan karya dan publikasi awal dalam hal ini jurnal.
Penulis dapat mengadakan perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting pekerjaan mereka secara online (misalnya, dalam repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena dapat menyebabkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan (Lihat Pengaruh Akses Terbuka).


